Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pakar UGM: Pemindahan Ibukota hanya memboroskan APBN

Pakar UGM: Pemindahan Ibukota hanya memboroskan APBN
Sleman-KoPi|Pakar Ekonomi UGM ,sekaligus kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, A. Tony Prasetiantono mengatakan wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sebaiknya tidak perlu dilakukan.
 
Pasalnya ,ia memaparkan wacana pemindahan ibukota saat ini tidak sesuai dengan kondisi indonesia yang sedang mengalami tekanan fiskal.  Pemindahan ibukota ini dinilainya sebagai wacana yang paling banyak menghabiskan anggaran pendapatan belanja negara indonesia (APBN). 
 
"Pasalnya Indonesia saat ini mengalami tekanan fiskal ,sehingga tidak realistis dan hanya menambah beban APBN,"katanya saat mengisi Seminar 'Pembangunan Infrastruktur Indonesia'di UGM, Senin (17/7).
 
Tony menerangkan pembangunan ibukota ini menghabiskan sedikitnya dana  Rp 500 triliun. Perbandingan penggunaan dana ini dengan pembangunan kota lippo group, Melkara di Bekasi dengan dana Rp 278 triliun. 
 
Ia pun menyarankan anggaran dan energi pembangunan ini sebaiknya dialihkan ke pembangunan infrastruktur seperti yang dicanangkan pemerintah saat ini.
 
"Contohnya anggaran pembangunan bisa terfokus pembangunan lintas sumatera ,kereta Cepat skala menengah Jakarta-Surabaya,kereta api di kalimantan dan sulawesi ,"tuturnya.
 
Ia pun menambahkan jika proyek-proyek ini kelak berhasil ,maka pemerataan distribusi pembangunan akan terwujud pula secara otomatis.
 
Gelombang migrasi ke jakarta juga nantinya bisa diredam karena pusat pertumbuhan ekonomi kian menyebar di seluruh penjuru negeri.
 
"Kalaupun kita mempunyai dana 500 triliun untuk membangun ibukota ,dananya sebaiknya untuk pembangunan di berbagai penjuru tanah air. Sebagian juga perlu digunakan untuk membangun MRT lanjutan di jakarta ,LRT dan seterusnya," tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli
 
 
back to top