Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pakar UGM: Pemindahan Ibukota hanya memboroskan APBN

Pakar UGM: Pemindahan Ibukota hanya memboroskan APBN
Sleman-KoPi|Pakar Ekonomi UGM ,sekaligus kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, A. Tony Prasetiantono mengatakan wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sebaiknya tidak perlu dilakukan.
 
Pasalnya ,ia memaparkan wacana pemindahan ibukota saat ini tidak sesuai dengan kondisi indonesia yang sedang mengalami tekanan fiskal.  Pemindahan ibukota ini dinilainya sebagai wacana yang paling banyak menghabiskan anggaran pendapatan belanja negara indonesia (APBN). 
 
"Pasalnya Indonesia saat ini mengalami tekanan fiskal ,sehingga tidak realistis dan hanya menambah beban APBN,"katanya saat mengisi Seminar 'Pembangunan Infrastruktur Indonesia'di UGM, Senin (17/7).
 
Tony menerangkan pembangunan ibukota ini menghabiskan sedikitnya dana  Rp 500 triliun. Perbandingan penggunaan dana ini dengan pembangunan kota lippo group, Melkara di Bekasi dengan dana Rp 278 triliun. 
 
Ia pun menyarankan anggaran dan energi pembangunan ini sebaiknya dialihkan ke pembangunan infrastruktur seperti yang dicanangkan pemerintah saat ini.
 
"Contohnya anggaran pembangunan bisa terfokus pembangunan lintas sumatera ,kereta Cepat skala menengah Jakarta-Surabaya,kereta api di kalimantan dan sulawesi ,"tuturnya.
 
Ia pun menambahkan jika proyek-proyek ini kelak berhasil ,maka pemerataan distribusi pembangunan akan terwujud pula secara otomatis.
 
Gelombang migrasi ke jakarta juga nantinya bisa diredam karena pusat pertumbuhan ekonomi kian menyebar di seluruh penjuru negeri.
 
"Kalaupun kita mempunyai dana 500 triliun untuk membangun ibukota ,dananya sebaiknya untuk pembangunan di berbagai penjuru tanah air. Sebagian juga perlu digunakan untuk membangun MRT lanjutan di jakarta ,LRT dan seterusnya," tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli
 
 
back to top