Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

ORI akan mediasi kasus penggusuran pedagang kios Stasiun Tugu

ORI akan mediasi kasus penggusuran pedagang kios Stasiun Tugu

Jogja-KoPi| Ombudsmen RI akan meminta klarifikasi PT KAI dan Pemkot terkait penggusuran kios Stasiun Tugu setelah mendapat aduan dari perkumpulan pedagang stasiun tugu Pasar Kembang yang digusur oleh PT KAI.

Kepala ORI DIY Budi Masthuri mengatakan permintaan klarifikasi masih dalam tahap drafting. Budi menjelaskan pihaknya saat ini sedang berusaha mengklarifikasi pada PT KAI mengenai pelayangan surat peringatan tanpa alamat ke pedagang.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada PT KAI dengan tujuan mengklarifikasi penyampaian surat tidak langsung oleh PT KAI ke Pedagang stasiun, itu yang menjadi bagian klarifikasi kami,"ucapnya saat dijumpai di Sekolah Bhineka Tunggal Ika,Kranggan,Senin (24/7).

Tidak hanya PT KAI,ORI juga berencana meminta penjelasan ke Pemkot Yogyakarta terkait pemberian Kartu Dagang. Kartu Dagang ini merupakan bukti bahwa pedagang Stasiun Tugu merupakan pedagang binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Yogyakarta.

"Itu akan kami minta penjelasan soal kartu dagang yang diberikan bagaimana tanggung jawab pemkot, mereka (pedagang) pernah bertanya ke pemkot namun seolah dinas pemkot memberikan kesan tidak tahu menahu, itu juga akan kami klarifikasi,"tuturnya.

Mengenai rencana pemanggilan klarifikasi, Budi mengatakan ORI akan mendatangi pemkot secara langsung untuk klarifikasi . Kunjungan dilakukan paling lambat minggu depan oleh Tim Ombudsman.

Dalam laporan aduan pedagang stasiun tugu ,Budi memaparkan Ori berencana untuk menawarkan opsi mediasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia harapkan dengan digelarnya mediasi,solusi dapat ditemukan dan tidak sampai ke tahap investigasi.

"Melalui mediasi dua pihak jika ditemukan opsi solusi dan diterima maka kami tidak perlu melakukan investigasi untuk membuktikan apakah ada maladministrasi ,"papar Budi.

Ia melanjutkan jika memang terbukti ada temuan maladministrasi pada laporan aduan maka ORI akan menyampaikan rekomendasinya kepada pihak-pihak terkait. Namun demikian, ORI masih belum menyentuh ke tahap analisis penetuan opsi ini pada aduan Penggusuran PT KAI.

"Kami sesuai uu akan memberikan rekomendasi atau saran bisa berupa pemberian ganti rugi, relokasi, membatalkan rencana atau memberi sanksi. Tapi sejauh kita belum sampai opsi mana yang kita ambil, kita saat ini sedang mengumpulkan penjelasan dari semua pihak, kita analisis,baru kita tentukan opsinya,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top