Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

ORI akan mediasi kasus penggusuran pedagang kios Stasiun Tugu

ORI akan mediasi kasus penggusuran pedagang kios Stasiun Tugu

Jogja-KoPi| Ombudsmen RI akan meminta klarifikasi PT KAI dan Pemkot terkait penggusuran kios Stasiun Tugu setelah mendapat aduan dari perkumpulan pedagang stasiun tugu Pasar Kembang yang digusur oleh PT KAI.

Kepala ORI DIY Budi Masthuri mengatakan permintaan klarifikasi masih dalam tahap drafting. Budi menjelaskan pihaknya saat ini sedang berusaha mengklarifikasi pada PT KAI mengenai pelayangan surat peringatan tanpa alamat ke pedagang.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada PT KAI dengan tujuan mengklarifikasi penyampaian surat tidak langsung oleh PT KAI ke Pedagang stasiun, itu yang menjadi bagian klarifikasi kami,"ucapnya saat dijumpai di Sekolah Bhineka Tunggal Ika,Kranggan,Senin (24/7).

Tidak hanya PT KAI,ORI juga berencana meminta penjelasan ke Pemkot Yogyakarta terkait pemberian Kartu Dagang. Kartu Dagang ini merupakan bukti bahwa pedagang Stasiun Tugu merupakan pedagang binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Yogyakarta.

"Itu akan kami minta penjelasan soal kartu dagang yang diberikan bagaimana tanggung jawab pemkot, mereka (pedagang) pernah bertanya ke pemkot namun seolah dinas pemkot memberikan kesan tidak tahu menahu, itu juga akan kami klarifikasi,"tuturnya.

Mengenai rencana pemanggilan klarifikasi, Budi mengatakan ORI akan mendatangi pemkot secara langsung untuk klarifikasi . Kunjungan dilakukan paling lambat minggu depan oleh Tim Ombudsman.

Dalam laporan aduan pedagang stasiun tugu ,Budi memaparkan Ori berencana untuk menawarkan opsi mediasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia harapkan dengan digelarnya mediasi,solusi dapat ditemukan dan tidak sampai ke tahap investigasi.

"Melalui mediasi dua pihak jika ditemukan opsi solusi dan diterima maka kami tidak perlu melakukan investigasi untuk membuktikan apakah ada maladministrasi ,"papar Budi.

Ia melanjutkan jika memang terbukti ada temuan maladministrasi pada laporan aduan maka ORI akan menyampaikan rekomendasinya kepada pihak-pihak terkait. Namun demikian, ORI masih belum menyentuh ke tahap analisis penetuan opsi ini pada aduan Penggusuran PT KAI.

"Kami sesuai uu akan memberikan rekomendasi atau saran bisa berupa pemberian ganti rugi, relokasi, membatalkan rencana atau memberi sanksi. Tapi sejauh kita belum sampai opsi mana yang kita ambil, kita saat ini sedang mengumpulkan penjelasan dari semua pihak, kita analisis,baru kita tentukan opsinya,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top