Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Negara Tidak Serius Tindak Kasus Intoleransi Beragama

Negara Tidak Serius Tindak Kasus Intoleransi Beragama Sumber : Indonesia.irib.ir

Surabaya-KoPi, Muka pluralitas di Indonesia kembali tercoreng setelah kasus penyerangan yang menimpa jemaat Katolik di Yogyakarta saat sedang menjalankan doa rosario di rumah Julius pada Kamis 29 Mei 2014. Tindakan intoleran tersebut memunculkan keprihatinan mendalam bagi Kelompok Kerja Advokasi Kebebasan Beragam dan Berkeyakinan (POKJA AKBB) Jawa Timur.

Sebagai bentuk keprihatinannya, POKJA AKBB menggelar aksi di depan Tugu Polisi Istimewa pada Jum’at, (6/6/2014). Pada aksi tersebut, POKJA AKBB menuntut ketegasan dan sikap polisi dalam pengusutan secara tuntas kasus kekerasan yang merusak kepercayaan dan pluralitas antar umat beragama di Indonesia.


Tidak hanya kekerasan di Yogyakarta beberapa waktu lalu, POKJA AKBB juga membahas tentang kasus tragedi berdarah di Sampang, Madura yang menurut mereka bukanlah dongeng sebelum tidur. Tidak hanya itu peristiwa kekerasan di Puger, Jember juga menjadi fokus dalam aksi tersebut. Lambatnya penanganan serta ketidakseriusan aparatur negara dalam menangani kasus-kasus kekerasan di beberapa wilayah tersebut, memunculkan ketidaknyamanan bagi umat beragama di Indonesia saat menjalankan aktivitas peribadatannya.


Untuk kemudian dapat meminimalisir dan mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan berlatar belakang perbedaan keyakinan, serta untuk meningkatkan kenyamanan saat beribadah bagi keyakinan apapun di Indonesia, POKJA AKBB memunculkan rekomendasi terhadap aparatur negara baik Pemerintah maupun Kepolisian.


Adapun poin rekomendasi yang disampaikan POKJA AKBB adalah;(1) menyatakan keprihatinannya atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Yogyakarta; (2) meminta POLDA Jogjakarta untuk menangkap pelaku kekerasan dan memprosesnya secara hukum;(3) meminta POLDA Jogjakarta agar pelaku ujaran kebencian di Jogjakarta ditangkap dan diproses secara hukum;(4) mendukung upaya pemerintah Jawa Timur untuk mengantisipasi pelbagai potensi konflik di pelbagai daerah; dan (5) mendukung upaya POLDA Jawa Timur untuk meningkatkan sistem deteksi dini (early warning system) terhadap potensi kekerasan di pelbagai daerah.

 


Reporter : Aditya Candra Lesmana dan Yudho NP

back to top