Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Museum for Healthy Therapy: Gagasan baru untuk museum lebih menarik

Museum for Healthy Therapy: Gagasan baru  untuk museum lebih menarik

Jogja-KoPi| Senin (15/8) tampak kesibukan yang dilakukan salah satu Finalis Duta Museum DIY 2016 Zubaida Rohmawati, S.Kep.Ns di Museum Wayang Kekayon. Banner besar bertuliskan “Museum for Healthy Therapy” terpampang di utara pendopo bagian tengah.

Sekumpulan orang duduk lesehan sambil menikmati beberapa hidangan tradisional. Selain itu, beberapa orang tampak duduk di kursi depan banner sambil berbicara menggunakan microphone.

Kegiatan bertajuk “Talkshow Museum for Healthy Therapy” ini digagas oleh Finalis 30 Besar duta Museum Yogyakarta, Zubaida Rohmawati. “Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka promosi museum sebagai salah satu program kegiatan,” ungkap Zubaida.

Talkshow ini menghadirkan pembicara dari bebeberapa latar belakang ilmu yaitu Dr. dr. Akrom M.Kes dosen UAD, Psikolog Walid Jumalid, S.Si, M.Psi, dr. Tilak Chandra Nath dari World Health Organization (WHO), dan budayawan Mbah Darmo.

“Museum sebagai terapi kesehatan khususnya mental masih belum diketahui banyak orang,” tutur Akrom.

Senada dengan Akrom, salah satu peserta Julia Panfili mahasiswa asal Italia yang sedang melakukan riset budaya di Yogyakarta juga mengungkapkan hal yang serupa, "Banyak masyarakat yang tidak mengetahui hal tersebut, saya juga baru tahu hal tersebut. Oleh karena itu saya tertarik untuk datang," papar Julia.

Menurut Tilak, "Dengan berkunjung ke museum maka wawasan akan bertambah dan otak akan berfikir lebih kritis." Narasumber lain juga menambahkan "Kunjungan museum selama 4 kali akan menyehatkan badan, selain itu kunjungan museum dapat melestarikan budaya," tambah Mbah Darmo.

Selain talkshow, terdapat rangkaian acara lain yang diselenggarakan yaitu, jelajah museum, senam otak, dan bermain puzzle wayang.

“Museum sebagai sarana terapi semoga benar – benar dirasakan melalui jelajah museum, senam otak, dan bermain puzzle wayang” kata Zubaida.

Beberapa pengisi acara juga didatangkan untuk memeriahkan acara, yaitu komedian Yth. Fuad Apasusah dan pertunjukan tari tradisional oleh Penari dari Loka Art Studio.

Hermawan Vendy, mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang ikut meramaikan acara, mendukung kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa acara semacam ini memang harus dilakukan, mengingat masyarakat perlu tahu bahwa museum dapat sebagai media terapi kesehatan.

"Saya harap masyarakat dapat tahu bahwa museum dapat digunakan sebagai media terapi, sehingga kunjungan ke museum juga meningkat," ujarnya.

Walid pun berharap setelah kegiatan ini, masih ada kegiatan lain yang dapat menyebarkan informasi tentang museum untuk terapi, "Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, namun kondisi museum juga harus dipersiapkan dengan baik agar tujuan pengunjung untuk terapi benar – benar dapat tercapai," pungkasnya. |Aida|

back to top