Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Munas BEM Ke IX 2016 di AKMIL Magelang

Munas BEM  Ke IX 2016 di AKMIL Magelang

Magelang-KoPi| Rangkaian acara musyawarah nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ke IX tahun 2016 dilaksanakan di Gedung A.H. Nasution, Akademi Militer Magelang dan dihadiri oleh Gubernur Lemhanas Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, Rektor Universitas Tidar Magelang, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, Mpd, dan panitia Munas.

Musyawarah nasional BEM ke IX ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari 126 Perguruan Tinggi se Indonesia yang berlangsung dari tanggal 18 - 24 Januari 2016 dan sebagai penyelenggara/tuan rumah adalah Universitas Tidar Magelang. Dalam kegiatan yang berlangsung di Akmil, Gubernur Akmil, Mayjen TNI Hartomo memberikan sambutan, dilanjutkan ceramah dengan materi "Peran Mahasiswa dalam Pergerakan Nasional", yang memamaparkan tentang kiprah/peran serta Mahasiswa dalam Pergerakan Nasional dari periode pra kemerdekaan sampai dengan era reformasi/masa kini.

Menurut Mayjen TNI Hartomo, mahasiswa sebagai "agen perubahan" memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin bangsa yang siap menerima estafet kepemimpinan Nasional. Untuk itulah sebagai mahasiswa dituntut harus "cerdas/peka" terhadap lingkungan/situasi yang ada dan diharapkan tidak hanya mampu dibidang intelektual/akademik saja, tetapi juga harus memiliki sikap mental, moralitas yang baik, kepekaan/ empati sosial serta berjiwa nasionalis dan berwawasan kebangsaan. Dengan demikian, maka di dada mahasiswa akan tertanam sikap dan kepribadian yang unggul dan mulia, sehingga akan mampu bersikap dengan arif dan bijaksana dalam menghadapi situasi sekarang ini.

Tantangan dan permasalahan bangsa dan negara saat ini adalah bahaya radikalisme, terorisme, narkoba, budaya kekerasan, lunturnya nilai-nilai/budaya luhur, tergerusnya rasa persatuan sesama anak bangsa serta bahaya "proxy war". Proxy war sengaja dilakukan oleh negara besar dan kuat untuk melemahkan dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa tanpa menggunakan kekerasan/kekuatan militer, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hankam. Hal tersebut apabila tidak tertangani dengan baik dan terintegrasi akan melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa yang pada akhirnya akan menghancurkan bangsa Indonesia.

Untuk itu, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dan agen perubahan sudah sewajarnya agar dapat membentengi diri, baik secara mental spiritual maupun psikis agar tidak mudah terhasut, terpengaruh, bahkan menjadi pelaku terhadap hasutan, provokasi,dan ajakan yang bertentangan dengan norma, agama, hukum dan bahkan melawan negara, seperti perekrutan anggota ISIS, Gafatar, terroris dan organisasi radikal lainnya.

back to top