Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mudrik Sangidu menyebut Jokowi memecah belah PPP

sumber foto KoPi/frendayentin sumber foto KoPi/frendayentin

Jogja-KoPi| Mudrik Sangidu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Muktamar Jakarta, menyebut Jokowi memecah belah, merusak dan menghancurkan PPP, saat aksi menolak kedua pimpinan PPP Romi dan Djan di Titik Nol Km, Yogyakarta, Jumat (7/4).

Menurutnya PPP rusak dan hancur karena tingkah laku Jokowi yang tidak memiliki jiwa negarawan.

“PPP rusak, PPP dihancurkan karena tingkah laku dari jokowi yang tidak punya jiwa negarawan. PPP bubar, mati saja, habs ini PKS”, jelasnya

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa saat ini, umat Islam diinjak-injak dan disepelakan oleh pemerintah. “Ini umat Islam diinjak-injak disepelekan, dituduh makar, ini sudah keterlauan, orientasi politiknya pada Cina, komunis, agama dipisahkan”, tambahnya.

Di sisi lain, Negara Indonesia menurutnya juga sudah rusak. Pemerintah ikut andil dalam merusak, memecah belah dan mengadu domba PPP dan umat islam. Beberapa ulama ditangkap dan para aktivis dituduh makar.

Untuk itu ia mengajak para anggota PPP untuk melakukan revolusi sosial, tidak hanya untuk perubahan PPP tapi juga Indonesia. Sehingga kesengajaan untuk memecah belah, menjilat kekuasaan dan sikap pemerintah untuk melindungi para koruptor dapat dihapuskan.

“Perlu direvolusi sosial bukan hanya untuk perubahan PPP tapi Indonesia karena pemerintah melindungi para koruptor, dan saya berharap PPP DIY dapat menjadi awal dari revolusi ini”, jelas Mudrik.

back to top