Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Mudrik Sangidu menyebut Jokowi memecah belah PPP

sumber foto KoPi/frendayentin sumber foto KoPi/frendayentin

Jogja-KoPi| Mudrik Sangidu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Muktamar Jakarta, menyebut Jokowi memecah belah, merusak dan menghancurkan PPP, saat aksi menolak kedua pimpinan PPP Romi dan Djan di Titik Nol Km, Yogyakarta, Jumat (7/4).

Menurutnya PPP rusak dan hancur karena tingkah laku Jokowi yang tidak memiliki jiwa negarawan.

“PPP rusak, PPP dihancurkan karena tingkah laku dari jokowi yang tidak punya jiwa negarawan. PPP bubar, mati saja, habs ini PKS”, jelasnya

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa saat ini, umat Islam diinjak-injak dan disepelakan oleh pemerintah. “Ini umat Islam diinjak-injak disepelekan, dituduh makar, ini sudah keterlauan, orientasi politiknya pada Cina, komunis, agama dipisahkan”, tambahnya.

Di sisi lain, Negara Indonesia menurutnya juga sudah rusak. Pemerintah ikut andil dalam merusak, memecah belah dan mengadu domba PPP dan umat islam. Beberapa ulama ditangkap dan para aktivis dituduh makar.

Untuk itu ia mengajak para anggota PPP untuk melakukan revolusi sosial, tidak hanya untuk perubahan PPP tapi juga Indonesia. Sehingga kesengajaan untuk memecah belah, menjilat kekuasaan dan sikap pemerintah untuk melindungi para koruptor dapat dihapuskan.

“Perlu direvolusi sosial bukan hanya untuk perubahan PPP tapi Indonesia karena pemerintah melindungi para koruptor, dan saya berharap PPP DIY dapat menjadi awal dari revolusi ini”, jelas Mudrik.

back to top