Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Menpora bentuk Kader Pemuda Anti-Narkoba DIY

Menpora bentuk Kader Pemuda Anti-Narkoba DIY
Jogja-KoPi| Menteri Pemuda dan Olahraga,Imam Nahrawi mengukuhkan Ratusan Kader inti Pemuda anti narkoba DtIY di  Kompleks perkantoran Gubernur DIY,Jumat (21/7). 
 
Sebanyak 200 kader ini dikukuhkan oleh Menpora setelah mendapat pelatihan dan Pembekalan tentang narkoba dari Kemenpora dan Badan Narkotika Nasional selama dua hari (20-21). 
 
Imam Nahrawi menjelaskan kader pemuda anti narkoba ini merupakan bentukan dari kemenpora sejak 2016 dan sudah mengukuhkan ribuan kader anti narkoba di seluruh indonesia. Pada tahun ini Kemenpora melatih setidaknya 25.000 pemuda di seluruh provinsi Indonesia. 
 
"Sejak 2016,Kemenpora sudah melatih dan membekali 35.000 pemuda dan ditahun 2017 kita melatih 25.000 pemuda,"jelas Imam.
 
Di DIY sendiri ,Kemenpora melatih 200 pemuda kader inti yang berasal dari lima kabupaten di DIY. Imam mengatakan 200 pemuda ini diharapkan dapat merekrut pemuda kader hingga 5000 kader. 
"Kami harapkan minimal satu kader inti dapat merekrut 25 kader baru di daerah masing-masing,"ujarnya.
Imam menuturkan tujuan dari dibentuknya kader adalah untuk menekan angka penyalahgunaan Narkoba di Indonesia khususnya di DIY. Ia pun mengharapkan kader dapat mengkampanyekan gerakan pemuda anti narkoba dan memberikan konseling pada pemuda yang merupakan pengguna narkotika. 
Pengukuhan ini juga disambut baik oleh Gubernur DIY,Sri Sultan Hamengkubuwono ke X yang diwakilkan oleh Setda DIY Sulistyo. Lewat Setda ,Gubernur menyampaikan keprihatinannya atas tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh Pemuda di DIY.
"Data penyalah gunaan narkoba di DIY pada tahun 2015, sebanyak 60180 orang,dan 23.000 orang merupakan pemuda yang coba-coba dan sisanya pengguna aktif,kita juga masuk ranking 8 besar daerah pengguna narkoba terbanyak di Indonesia ,"kata Sulistyo.
Gubernur juga melihat bahwa DIY menjadi pasar empuk narkoba karena mayoritas penduduk DIY merupakan kaum pelajar. Olah karena itu pihaknya sangat mengapresiasi usaha dan kader bentukan menpora dalam menekan jumlah pemuda pengguna narkoba di DIY. 
Sementara itu ,Kepala BNN,Budi Waseso mengatakan bahwa narkotika sendiri merupakan ancaman yang dapat menghancurkan negara. Ia menuturkan dengan masuknya narkotika dari luar maka negara tersebut semakin rapuh untuk dihancurkan lewat penggunaan narkotika.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada kemenpora yang sudah membentuk kader dan membantu BNN dalam menghentikan penyaluran narkotika ke pe uda Indonesia.
"Skema penghancuran negara lewat narkotika juga sudah pernah terjadi di Tiongkok,dan beberapa negara tetangga.Sehingga gerakan melawan narkotika sangatlah penting ,saya sangat mengapresiasinya. Kami harapkan Jogja menjadi motor penggerak bangsa dan mampu menghentikan penyaluran Narkotika ,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top