Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menhub: Penggusuran rumah warga untuk bandara baru sudah toleran

Menhub: Penggusuran rumah warga untuk bandara baru sudah toleran

Sleman-KoPi|Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan penggusuran rumah warga di desa akibat pembangunan bandara baru, dirasa sudah melewati prosesi konsinyasi dan penuh toleransi.

Hal ini disampaikan Budi Karya merespon aksi penolakan sejumlah warga pasca aksi penggusuran dua hari lalu (5/12) oleh Satpol PP, Polres Kalunprogo, dan PT Angkasa Pura. Aksi penggusuran pun juga diikuti laporan adanya kerusuhan dan kemungkinan adanya kekerasan saat eksekusi.

Budi pun melihat seharusnya saat ini sudah tidak ada masalah dalam pembebasan tanah di Bandara Baru New Yogyakarta AirPort (NYIA). Ia mengatakan akan meninjau kembali proses pembangunan bandara jika memang ada temuan masalah pada proses pembebasan kembali.

"Kalau saya lihat pada permen pembebasan itu , permen itu sudah begitu toleran. Sudah ada proses konsinyasi dan pembayaran sudah dilakukan. Apabila jika ada masalah , akan saya coba lihat lagi dan akan dicarikan jalan baiknya,"katanya saat dijumpai di UGM, Kamis(7/12).

Budi pun mengakui, proses pembebasan tanah ini merupakan suatu proses yang penuh pro dan kontra. Oleh karenanya, pihaknya bersama pemerintah berjanji akan sangat berhati-hati dalam menangani masalah ini.

Sementara pendekatan yang dikedepankan pemerintah adalah persuasif untuk menghadapi masalah serupa dimasa mendatang.

"Strategi pendekatannya persuasif, dan kami (pemerintah )sangat berhati-hati dalam menghadapi masalah ini,"tutur Budi.

Terkait peristiwa penggusuran di Kecamatan Temon, untuk sementara,saat ini dirinya belum bisa memberikan komentar lebih pada kejadian kemarin. Ia hanya menyampaikan bahwa pembangunan bandara baru nanti akan berdampak besar bagi perekonomian di Yogyakarta.

"Bandara Kulonprogo ini nantinya akan memberikan dampak ekonomi dan pariwasata yang luar biasa di Jogja. Jogja ini akan luar biasa jika bisa menjadi seperti Bali mampu menerima 5 juta turis. Saya pikir dari 99 orang Jogja mau akan hal ini ,mari kita bangkitkan Jogja sebagai kota turis destinantion kedua di Dunia,"ujarnya.

Sementara terkait perkembangan pembangunan bandara saat ini,Kemenhub baru mencapai tahap pemetaan masalah teknis,non teknis serta stakeholders pembangunan Bandara. Budi Karya mengimbuhkan baru bisa memberikan informasi perkembangan bandara satu minggu lagi.|Syidiq Syaful Ardli

back to top