Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mengubah mindset masyarakat tentang gerhana

Mengubah mindset masyarakat tentang gerhana

Jogja-KoPi│Doktrin pemerintahan zaman Soeharto mengenai gerhana masih menyisakan ketakutan dibenak masyarakat.Masyarakat menganggap Gerhana sebagai hal yang menakutkan, terutama masyarakat dengan pendidikan yang rendah. Hal ini disebabkan doktrin yang diberikan pada zaman pemerintahan Soeharto tahun 1980-an mengenai gerhana dan bahanya.

Namun, kekhawatiran mengenai gerhana mulai di hilangkan dengan memperkenalkan gerhana kepada masyarakat melalui kegiatan melihat gerhana melalui teropong. Salah satunya dilakukan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. kegiatan ini merupakan kerjasama antara study club astronomy dengan laboratorium Agama UIN Sunan Kalijaga.

Kegiatan ini tak hanya menawarkan melihat gerhana matahari melalui teropong, namun juga mengajak masyarakat untuk sholat gerhana berjamaah. shalat gerhana ini sendiri memiliki hukum sunnah dalam agama Islam. Menurut, PLT Rektor UIN Sunan Kalijaga, Maharsi, shalat gerhana dilakukan Nabi Muhammad Saw ketika terjadi gerhana. Nabi Muhammad khawatir terjadi kiamat pada saat tersebut, dan segera menunaikan shalat gerhana.

Kegiatan melihat gerhana melalui teropong dilakukan sebelum shalat berjamaah di depan laboratorium agama UIN Sunan Kalijaga. "Masyarakat dan mahasiswa dapat melihat gerhana matahari melaluii teropong dan kacamata yang telah dibagikan," jelas ketua panitia acara ini, Agung Satriyo

Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini terlihat antusias dalam menyaksikan gerhana baik melalui kacamata atau teropong. "Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memotivasi anak-anak untuk lebih mengenal dunia astronomi, orang tua tak lagi khawatir dengan hal tersebut terutama gerhana," jelas Sony, salah satu pengunjung dari Kaliurang. │Frenda Yentin|

back to top