Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mengubah mindset masyarakat tentang gerhana

Mengubah mindset masyarakat tentang gerhana

Jogja-KoPi│Doktrin pemerintahan zaman Soeharto mengenai gerhana masih menyisakan ketakutan dibenak masyarakat.Masyarakat menganggap Gerhana sebagai hal yang menakutkan, terutama masyarakat dengan pendidikan yang rendah. Hal ini disebabkan doktrin yang diberikan pada zaman pemerintahan Soeharto tahun 1980-an mengenai gerhana dan bahanya.

Namun, kekhawatiran mengenai gerhana mulai di hilangkan dengan memperkenalkan gerhana kepada masyarakat melalui kegiatan melihat gerhana melalui teropong. Salah satunya dilakukan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. kegiatan ini merupakan kerjasama antara study club astronomy dengan laboratorium Agama UIN Sunan Kalijaga.

Kegiatan ini tak hanya menawarkan melihat gerhana matahari melalui teropong, namun juga mengajak masyarakat untuk sholat gerhana berjamaah. shalat gerhana ini sendiri memiliki hukum sunnah dalam agama Islam. Menurut, PLT Rektor UIN Sunan Kalijaga, Maharsi, shalat gerhana dilakukan Nabi Muhammad Saw ketika terjadi gerhana. Nabi Muhammad khawatir terjadi kiamat pada saat tersebut, dan segera menunaikan shalat gerhana.

Kegiatan melihat gerhana melalui teropong dilakukan sebelum shalat berjamaah di depan laboratorium agama UIN Sunan Kalijaga. "Masyarakat dan mahasiswa dapat melihat gerhana matahari melaluii teropong dan kacamata yang telah dibagikan," jelas ketua panitia acara ini, Agung Satriyo

Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini terlihat antusias dalam menyaksikan gerhana baik melalui kacamata atau teropong. "Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memotivasi anak-anak untuk lebih mengenal dunia astronomi, orang tua tak lagi khawatir dengan hal tersebut terutama gerhana," jelas Sony, salah satu pengunjung dari Kaliurang. │Frenda Yentin|

back to top