Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Mendagri meminta semua pihak mengatasi persoalan kemiskinan di Yogyakarta

Mendagri meminta semua pihak mengatasi persoalan kemiskinan di Yogyakarta

Sleman-KoPi|Pakualam X mengatakan meski ada lima belas kecamatan di DIY yang masuk kategori kecamatan termiskin saat ini,namun DIY masih peringkat kedua daerah paling sejahtera dibawah DKI Jakarta.

Pakualaman menjelaskan meski ia tidak hafal kecamatan daerah mana saja yang masuk kategori. Ia memastikan jumlah 15 kecamatam miskin tersebut tidak hanya terpusat di satu daerah saja namun tersebar di seluruh DIY.

"Saya tidak hafal daerah mana saja, namun Kebanyakan gunung kidul dan Kulonprogo,Bantul dan Sleman. Yang pasti 15 kecamatan tersebut tersebar di seluruh DIY,"katanya saat diwawancarai di UGM ,Jumat (9/6).

Meski angka kemiskinan DIY tertinggi, Pakualaman menyebutkan penyebab tingginya angka kemiskinan ini adalah penilaian angka kemiskinan terfokus dengan indikator konsumsi.

Ia pun menambahkan jika menggunakan indeks multi dimensi dengan 14 indikator, DIY memiliki angka kesejahteraan peringkat dua tertinggi dibawah DKI.

Pakualaman mengimbuhkan perbedaan indikator ini tidak mencerminkan kemiskinan di DIY. Setidaknya hal ini bisa dilihat warga DIY mampu memakan makanan variatif dan mampu berbelanja pakaian.

Pihaknya pun sudah meminta bantuan dan perhatian khusu kepada pihak akademisi seperti UGM dalam menyelasaikam permasalahan kemiskinan di DIY.

Ketimpangan indikator dan Kemiskinam di DIY ini juga menjadi perhatian khusus Mendagri,Tjahyo Kumolo.

Tjahyo pun dalam sela waktunya ,setelah meresmikan pelepasan KKN mahasiswa UGM tahun 2017, menghimbau kepada semua pihak akademisi, pemda dan masyarakat untuk menangani permasalahan kemiskinan di DIY ini sesegera mungkin.

"Pengentasan masalah ink tidak harus lewat akademisi seperti program KKN namun bisa lewat program terpadu,lewat pemda dan masyarakat demi mempercepat pembangunan,"katanya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top