Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Menaikkan klaim BPJS, motivasi menaikkan akreditasi rumah sakit

Menaikkan klaim BPJS, motivasi menaikkan akreditasi rumah sakit

“Fokus Rumah sakit, saya rasa, kali ini sudah bergeser, bukan karena motivasi untuk meningkatkan mutu standar dan pelayanan tapi untuk meningkatkan klaim akan BPJS atau JKN,” ungkap Niluh Putu Eka Andayani, SKM.M.Kes, saat diskusi Refleksi 2015 dan Outlook Kebijakan dan Manajemen Kesehatan 2016, Rabu (30/12).

Jogja-KoPi│ Terdapat banyak aspek yang belum tersentuh oleh rumah sakit, terutama dalam hal managemen dan sumber daya untuk menata pelayanan yang baik sehingga memberikan value pada rumah sakit tersebut. Namun, rumah sakit lebih condong dan fokus dalam mengurusi claimnya. Bagaimana claim tersebut terpenuhi, terbayarkan, pedapatan rumah sakit tidak menurun dan berkurang dengan adanya pasien BPJS atau JKN terutama yang pasien PBI.

“Fokusnya telah berubah bukan kepada bagaimana meningkatkan pelayanan tapi lebih fokus pada bagaimana cara menggali dana dan pendapatan sebesar-besarnya,” jelas Niluh Putu Eka Andayani.

Hal ini terlihat dari banyaknya Rumah sakit kelas C yang ramai-ramai naik ke kelas B , bukan karena termotivasi untuk meningkatkan mutu standar dan pelayanan, tetapi lebih pada klaim. Menurut, Niluh Putu Eka Andayani, hal tersebut terjadi karena tarif klaim kelas B lebih tinggi dibanding kelas C. Namun, peningkatan akreditasi tersebut tanpa memperhatikan bahwa kelas B memiliki standar yang lebih tinggi.

Namun, dengan munculnya Kemenkes tahun 2012 tentang perizinan rumah sakit menjadi salah satu penolong dalam akreditasi rumah sakit ini.

“Dalam Kemenkes 2012 ini rumah sakit harus memenuhi standar dan baru bisa kelasnya ditetapkan, kalau dulu kan kelasnya dulu baru standarnya, standar digunakan sebagai sesuatu yang harus dicapai atau target,” tambah Niluh Putu Eka Andayani.

Selain itu Niluh Putu Eka Andayani berharap pada tahun 2016 fokus rumah sakit tidak hanya dalam mengurusi klaim, tapi lebih pada perbaikan aspek kewajiban utama rumah sakit dalam melayani masyarakat sesuai dengan standar savety. Menurutnya, rumah sakit harus memandang kebutuhan masyarakat tanpa memandang kasus mana yang klaimnya tinggi, serta membangun tim yang multidisiplin yang dapat bekerjasama dan berkoordinasi dengan tim lain. │Frenda Yentin│Winda Efa Nur

back to top