Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Media komunitas bukan media penyebar hoax

diansura - WordPress.com diansura - WordPress.com

Sleman-Kopi| Selama ini media komunitas dianggap hanya sebagai media alternatif atau media pilihan kedua. Karena memang media komunitas hanya berfokus ke permasalahan yang ada di wilayah komunitas mereka.

Namun Imung Yuniardi Ketua Combine Research Institution (CRI) membantah anggapan itu. Menurutnya media komunitas memiliki keunggulan seperti tidak elitis, tidak berpusat ke satu hal atau sentralistik dan sangat mengarah ke lokal.

Selain itu, media komunitas tidak dibatasi dengan kolom, jam tayang, maupun tren yang ada di sekitar dan berfokus mencari solusi permasalahan.

"Keunggulan dari media komunitas adalah tidak elitis, tidak sentralistik dan hyperlokal. Dalam menangani Kasus, kasus akan diselesaikan sampai menemukan solusi. Media komunitas bergerak berdasarkan kebutuhan riil komunitas, bukan menciptakan isu atau kebutuhan isu," ujarnya di sesi diskusi di University Club UGM, Sabtu, 4 Februari 2017.

Sementara Ahmad Rofahan dari Jingga Media mengatakan media komunitas memiliki indepedensi untuk bergerak mandiri tanpa ikut parpol dan tidak berasal dari dana asing. Untuk jurnalis dalam media komunitas juga ditekan agar sesuai kode etik jurnalistik sehingga kedepannya media komunitas tidak melenceng dari memberitakan kebeneran di wilayah komunitasnya.

Tidak ada perlindungan hukum

Namun, media komunitas juga memiliki permasalahan tersendiri seperti tidak adanya hukum yang melindunginya.

"Media komunitas belum memiliki regulasi hukum yang jelas,memiliki kecenderungan keseragaman informasi, eksklusifitas informasi karena bersifat elitis,"jelasnya.

Tidak berhenti disitu, media komunitas juga memiliki permasalahan sertifikasi media, karena untuk sertifikasi media diperlukan administrasi yang jelas. Ahmad Rofahan mengungkapkan untuk media komunitas tidak bisa memenuhi syarat media yang formal seperti menggaji jurnalisnya.

Media komunitas berasal dari dan untuk warga sehingga disebut jurnalis warga. Sehingga media komunitas bisa terancam dapat diblokir dan dicap sebagai media abal-abal. Imung juga mengatakan media komunitas rentan untuk dikriminalkan, mudah dianggap sebagai produsen dan penyebar Hoax.

"Kalo sertifikasi berdasarkan administrasi, saya yakin bakal banyak media komunitas yang gulung tikar dan diblokir," ujar Ahmad.

Ahmad mengungkapkan sebenarnya sampai saat ini media komunitas dan media streaming pada umumnya sudah tercipta kerja sama simbiosis mutualisme. Sehingga jika media komunitas diblokir sebagai media abal-abal maka secara tidak langsung kominfo memutus penghubung jejaring komunikasi antarwartawan.

"Kami sering sharing informasi dengan media streaming untuk menyelesaikan masalah atau mencari info, kalo kami tidak bisa menyelesaikan media streaming akan mengangkat masalah itu agar dapat diselesaikan,"ungkapnya.

Permasalahan diharapkan oleh Imung dan Ahmad agar bisa membantu media komunitas lebih berkembang untuk membantu melawan Hoax. |Syidiq Syaiful Ardli|

 

 

 

 

 

 

 

back to top