Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Media komunitas bukan media penyebar hoax

diansura - WordPress.com diansura - WordPress.com

Sleman-Kopi| Selama ini media komunitas dianggap hanya sebagai media alternatif atau media pilihan kedua. Karena memang media komunitas hanya berfokus ke permasalahan yang ada di wilayah komunitas mereka.

Namun Imung Yuniardi Ketua Combine Research Institution (CRI) membantah anggapan itu. Menurutnya media komunitas memiliki keunggulan seperti tidak elitis, tidak berpusat ke satu hal atau sentralistik dan sangat mengarah ke lokal.

Selain itu, media komunitas tidak dibatasi dengan kolom, jam tayang, maupun tren yang ada di sekitar dan berfokus mencari solusi permasalahan.

"Keunggulan dari media komunitas adalah tidak elitis, tidak sentralistik dan hyperlokal. Dalam menangani Kasus, kasus akan diselesaikan sampai menemukan solusi. Media komunitas bergerak berdasarkan kebutuhan riil komunitas, bukan menciptakan isu atau kebutuhan isu," ujarnya di sesi diskusi di University Club UGM, Sabtu, 4 Februari 2017.

Sementara Ahmad Rofahan dari Jingga Media mengatakan media komunitas memiliki indepedensi untuk bergerak mandiri tanpa ikut parpol dan tidak berasal dari dana asing. Untuk jurnalis dalam media komunitas juga ditekan agar sesuai kode etik jurnalistik sehingga kedepannya media komunitas tidak melenceng dari memberitakan kebeneran di wilayah komunitasnya.

Tidak ada perlindungan hukum

Namun, media komunitas juga memiliki permasalahan tersendiri seperti tidak adanya hukum yang melindunginya.

"Media komunitas belum memiliki regulasi hukum yang jelas,memiliki kecenderungan keseragaman informasi, eksklusifitas informasi karena bersifat elitis,"jelasnya.

Tidak berhenti disitu, media komunitas juga memiliki permasalahan sertifikasi media, karena untuk sertifikasi media diperlukan administrasi yang jelas. Ahmad Rofahan mengungkapkan untuk media komunitas tidak bisa memenuhi syarat media yang formal seperti menggaji jurnalisnya.

Media komunitas berasal dari dan untuk warga sehingga disebut jurnalis warga. Sehingga media komunitas bisa terancam dapat diblokir dan dicap sebagai media abal-abal. Imung juga mengatakan media komunitas rentan untuk dikriminalkan, mudah dianggap sebagai produsen dan penyebar Hoax.

"Kalo sertifikasi berdasarkan administrasi, saya yakin bakal banyak media komunitas yang gulung tikar dan diblokir," ujar Ahmad.

Ahmad mengungkapkan sebenarnya sampai saat ini media komunitas dan media streaming pada umumnya sudah tercipta kerja sama simbiosis mutualisme. Sehingga jika media komunitas diblokir sebagai media abal-abal maka secara tidak langsung kominfo memutus penghubung jejaring komunikasi antarwartawan.

"Kami sering sharing informasi dengan media streaming untuk menyelesaikan masalah atau mencari info, kalo kami tidak bisa menyelesaikan media streaming akan mengangkat masalah itu agar dapat diselesaikan,"ungkapnya.

Permasalahan diharapkan oleh Imung dan Ahmad agar bisa membantu media komunitas lebih berkembang untuk membantu melawan Hoax. |Syidiq Syaiful Ardli|

 

 

 

 

 

 

 

back to top