Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga gugat UKT, transparansi BOPTN dan BLU

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga gugat UKT, transparansi BOPTN dan BLU

Jogja-KoPi│Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas (KBMU) menggunggat masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mengalami kenaikan setiap tahun, serta pengalokasian anggaran dana Badan Layanan Umum (BLU) serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang tidak jelas dan transparan, Jumat (13/5).

Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Sunan Kalijaga yang semakin meningkat tiap tahunnya serta transparansi anggaran yang tidak jelas baik anggaran dana Badan Layanan Umum (BLU) serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), menjadi masalah tersendiri bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas (KBMU) menggugat kenaikan UKT tersebut serta transparansi pengalokasiannya.

UIN Sunan Kalijaga mulai memberlakukan sistem UKT pada tahun 2013, di mana dalam sistem yang pertama ini, semua mahasiswa diratakan UKTnya menjadi 600 ribu dengan uang pangkal Rp, 2.300.000.

“Dalam sistem UKT ini terdapat kesalahan di mana penarikan uang pangkal 2,3 juta ini seharusnya tidak ada. Dulu katanya mau dikembalikan namun hingga sekarang tidak di kembalikan,” jelas Arta Wijaya, Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga saat diwawancarai.

Sedangkan, untuk sistem UKT tahun 2014 dan 2015 telah berbeda lagi. Angkatan 2014 memiliki 3 tingkatan UKT, mulai dari Rp. 400.000-1.450.000, dan kemudian untuk angkatan 2015 terdapat 3 golongan juga dengan nilai tertinggi 3 juta per semester.

Menurut Arta Wijaya sistem ini telah menjerat mahasiswa dan tidak memanusiakan manusia. Permasalah yang digugat oleh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tidak hanya masalah ini namun juga masalah transparansi anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pembangunan gedung Fakultas Ekonomi Bisnis di Panggug Demokrasi, kaji ulang anggaran LKM dan UKM, serta memberikan perhatian kepada mahasiswa difabel.

“Kita tidak sepakat dengan pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam yang menggusur panggung demokrasi, panggung demokrasi merupakan tempat teman-teman berdiskusi dan berkegiatan,” papar Arta Wijaya.

“Kita berharap jangan sampai Panggung Demokrasi di gusur dan pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam dialihkan di dekat lapangan futsal, yang lebih luas,” tambahnya.

Hingga saat ini pihak universitas dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga masih berembug dan audiensi terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.

back to top