Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga gugat UKT, transparansi BOPTN dan BLU

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga gugat UKT, transparansi BOPTN dan BLU

Jogja-KoPi│Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas (KBMU) menggunggat masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mengalami kenaikan setiap tahun, serta pengalokasian anggaran dana Badan Layanan Umum (BLU) serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang tidak jelas dan transparan, Jumat (13/5).

Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Sunan Kalijaga yang semakin meningkat tiap tahunnya serta transparansi anggaran yang tidak jelas baik anggaran dana Badan Layanan Umum (BLU) serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), menjadi masalah tersendiri bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas (KBMU) menggugat kenaikan UKT tersebut serta transparansi pengalokasiannya.

UIN Sunan Kalijaga mulai memberlakukan sistem UKT pada tahun 2013, di mana dalam sistem yang pertama ini, semua mahasiswa diratakan UKTnya menjadi 600 ribu dengan uang pangkal Rp, 2.300.000.

“Dalam sistem UKT ini terdapat kesalahan di mana penarikan uang pangkal 2,3 juta ini seharusnya tidak ada. Dulu katanya mau dikembalikan namun hingga sekarang tidak di kembalikan,” jelas Arta Wijaya, Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga saat diwawancarai.

Sedangkan, untuk sistem UKT tahun 2014 dan 2015 telah berbeda lagi. Angkatan 2014 memiliki 3 tingkatan UKT, mulai dari Rp. 400.000-1.450.000, dan kemudian untuk angkatan 2015 terdapat 3 golongan juga dengan nilai tertinggi 3 juta per semester.

Menurut Arta Wijaya sistem ini telah menjerat mahasiswa dan tidak memanusiakan manusia. Permasalah yang digugat oleh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tidak hanya masalah ini namun juga masalah transparansi anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pembangunan gedung Fakultas Ekonomi Bisnis di Panggug Demokrasi, kaji ulang anggaran LKM dan UKM, serta memberikan perhatian kepada mahasiswa difabel.

“Kita tidak sepakat dengan pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam yang menggusur panggung demokrasi, panggung demokrasi merupakan tempat teman-teman berdiskusi dan berkegiatan,” papar Arta Wijaya.

“Kita berharap jangan sampai Panggung Demokrasi di gusur dan pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam dialihkan di dekat lapangan futsal, yang lebih luas,” tambahnya.

Hingga saat ini pihak universitas dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga masih berembug dan audiensi terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.

back to top