Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Mahasiswa menuntut Kejari Merangin tuntaskan kasus korupsi yang terhenti bertahun-tahun

Mahasiswa menuntut Kejari Merangin tuntaskan kasus korupsi yang terhenti bertahun-tahun

Merangin -KoPi| Puluhan mahasiswa HMI  melakukan aksi protes atas mandeknya kasus korupsi tiga tahun belakangan di Kejari Merangin, Rabu (28/9. 

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangko mempertanyakan kasus korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD 115 Bangko tahun 2010 dan kasus Dinas Tata Kota atau sekarang menjadi Dinas Perumahan dan Kebersihan (DP2K).

Dalam orasinya, mahasiswa menyebutkan sudah lebih 3 tahun dan sudah beberapa kali ganti Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin. Namun, kasus tersebut tidak jelas tindak lanjutnya.

"Sudah 3 tahun 7 bulan 16 hari sejak 12 februari 2013 sampai sekarang, sejak di tetapkan tersangka Namun hingga saat ini dua kasus itu masih jalan ditempat,” ujar pendemo.

Mahasiswa mempertanyakan kinerja Kejari Merangin yang sampai saat ini tidak berani mengeksekusi terhadap para tersangka.

"Kami sebagai masyarakat, sekaligus mahasiswa menunggu (Kejari) menindak lanjuti kasus itu,” katanya lagi.

Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan tindak lanjut kasus Bansos di Desa Rantau Jering, yang di lakukan oleh oknum penyalur bansos pada tahun 2011. Sebelumnya dalam kasus tersebut masyarakat di tahun 2014 sudah sempat turun ke jalan untuk mendesak Kejari menetapkan tersangka.

Sementara itu Kepala Kejakaan Negeri (Kajari) Merangin Hariyono ketika menemui pendemo mengatakan bahwa dirinya baru 3 bulan lima hari menjabat sebagai kejari Bangko. Ia juga menyatakan mendukung aksi tersebut dan akan menelaah kejadian perkara tersebut.

"Ya, kita apresiasi mahasiswa ini, karena mereka peduli dengan Kabupaten Merangin," kata Haryono kepada wartawan.

"Kami akan menelaah satu persatu kasus tersebut, jika tidak cukup bukti, kasusnya akan kita sp3k. Akan kita hentikan kasus tersebut,"lanjutnya

"Kita sangat demelatis, tunggakan kasus itu sangat banyak sekali, kita kembali ke skala prioritas." ujar Haryono.

Namun demikian, mahasiswa harus mendukung dan biarkan pihaknya untuk bekerja. Suatu saat bila sampai waktunya Kejari akan me ekspos tuntan mahasiswa ini.,"tutupnya. |Charles

back to top