Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mahasiswa Komunikasi UPN gelar JAMINI FEST 2016

Mahasiswa Komunikasi UPN gelar JAMINI FEST 2016

Jogja-KoPi| Kekayaan budaya Indonesia akan terlihat secara utuh dalam Jogja Mini Indonesia Festival (JAMINIFEST) 2016 yang akan diselenggarakan pada 28-29 Mei di Lippo Plaza Jogja. Puncak acara gelaran tersebut menampilkan seniman Yati Pesek dan penari Kinanti Sekar.

Jogja adalah salah satu kota di Indonesia yang dihuni masyarakat dari berbagai macam suku dan budaya. Keunikan inilah yang ingin ditunjukkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta. Selain Yati Pesek dan Kinanti penampil lain yang akan unjuk gigi adalah seniman-seniman tari dari berbagai komunitas tari daerah seperti Sumba, Bali, Lampung, Aceh, Papua, Toraja dll.

“Kegiatan JAMINIFEST adalah bentuk pengenalan budaya Indonesia. Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa kita memiliki budaya yang tidak kalah keren. Jogja sebagai pusat kota pendidikan dan destinasi wisata pasti memiliki bauran culture yang sangat tinggi. Meskipun demikian kita tetap dapat hidup berkesinambungan saling melengkapi dalam kreatifitas dan seni”, ujar Ketua Panitia JAMINIFEST 2016, Akmal Musyadat di Kampus FISIP UPN Kamis, 19 Mei 2016.

Menurut Akmal antusiasme peserta sangat terlihat dengan banyaknya peserta yang mendaftar. Sampai saat ini peserta sudah mencapai target yang diinginkan oleh panitia.

Hari pertama event akan diisi dengan 10 kontestan tari yang akan tampil dengan keunikan tarian masing-masing. Kemudian Juri akan memilih lima kontestan terbaik yang akan kembali bersaing di puncak acara.

Keesokan harinya yaitu puncak acara akan diramaikan oleh lima peserta terbaik dan ditutup dengan pagelaran seni budaya oleh Yati Pesek dan Penari Kinanti Sekar. Tim Tari Kinanti Sekar juga akan berkolaborasi membentuk sebuah kesinambungan cerita konsep Jogja Mini Indonesia.

Sementara itu, Yati Pesek berpendapat bahwa,"Sudah sepatutnya pemuda mulai bangga akan budaya Indonesia karena hanya generasi muda yang bisa diandalkan untuk melestarikan budaya agar tak kalah oleh zaman.

JAMINIFEST 2016 merupakan salah satu event budaya yang membuktikan bahwa pada masa sekarang ini, pemuda ternyata masih ada yang peduli dan cinta akan seni dan budaya Indonesia khususnya seni tari.

Acara JAMINIFEST adalah bukti kecintaan budaya Indonesia. Dengan adanya event ini diharapkan generasi muda sebagai penerus bangsa bisa mencintai dan melestarikan budaya Indonesia, serta menghargai budaya daerah lain dan hidup guyub rukun di dalamnya.

back to top