Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Mahasiswa Komunikasi UPN gelar JAMINI FEST 2016

Mahasiswa Komunikasi UPN gelar JAMINI FEST 2016

Jogja-KoPi| Kekayaan budaya Indonesia akan terlihat secara utuh dalam Jogja Mini Indonesia Festival (JAMINIFEST) 2016 yang akan diselenggarakan pada 28-29 Mei di Lippo Plaza Jogja. Puncak acara gelaran tersebut menampilkan seniman Yati Pesek dan penari Kinanti Sekar.

Jogja adalah salah satu kota di Indonesia yang dihuni masyarakat dari berbagai macam suku dan budaya. Keunikan inilah yang ingin ditunjukkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta. Selain Yati Pesek dan Kinanti penampil lain yang akan unjuk gigi adalah seniman-seniman tari dari berbagai komunitas tari daerah seperti Sumba, Bali, Lampung, Aceh, Papua, Toraja dll.

“Kegiatan JAMINIFEST adalah bentuk pengenalan budaya Indonesia. Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa kita memiliki budaya yang tidak kalah keren. Jogja sebagai pusat kota pendidikan dan destinasi wisata pasti memiliki bauran culture yang sangat tinggi. Meskipun demikian kita tetap dapat hidup berkesinambungan saling melengkapi dalam kreatifitas dan seni”, ujar Ketua Panitia JAMINIFEST 2016, Akmal Musyadat di Kampus FISIP UPN Kamis, 19 Mei 2016.

Menurut Akmal antusiasme peserta sangat terlihat dengan banyaknya peserta yang mendaftar. Sampai saat ini peserta sudah mencapai target yang diinginkan oleh panitia.

Hari pertama event akan diisi dengan 10 kontestan tari yang akan tampil dengan keunikan tarian masing-masing. Kemudian Juri akan memilih lima kontestan terbaik yang akan kembali bersaing di puncak acara.

Keesokan harinya yaitu puncak acara akan diramaikan oleh lima peserta terbaik dan ditutup dengan pagelaran seni budaya oleh Yati Pesek dan Penari Kinanti Sekar. Tim Tari Kinanti Sekar juga akan berkolaborasi membentuk sebuah kesinambungan cerita konsep Jogja Mini Indonesia.

Sementara itu, Yati Pesek berpendapat bahwa,"Sudah sepatutnya pemuda mulai bangga akan budaya Indonesia karena hanya generasi muda yang bisa diandalkan untuk melestarikan budaya agar tak kalah oleh zaman.

JAMINIFEST 2016 merupakan salah satu event budaya yang membuktikan bahwa pada masa sekarang ini, pemuda ternyata masih ada yang peduli dan cinta akan seni dan budaya Indonesia khususnya seni tari.

Acara JAMINIFEST adalah bukti kecintaan budaya Indonesia. Dengan adanya event ini diharapkan generasi muda sebagai penerus bangsa bisa mencintai dan melestarikan budaya Indonesia, serta menghargai budaya daerah lain dan hidup guyub rukun di dalamnya.

back to top