Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mahasiswa Komunikasi UPN gelar JAMINI FEST 2016

Mahasiswa Komunikasi UPN gelar JAMINI FEST 2016

Jogja-KoPi| Kekayaan budaya Indonesia akan terlihat secara utuh dalam Jogja Mini Indonesia Festival (JAMINIFEST) 2016 yang akan diselenggarakan pada 28-29 Mei di Lippo Plaza Jogja. Puncak acara gelaran tersebut menampilkan seniman Yati Pesek dan penari Kinanti Sekar.

Jogja adalah salah satu kota di Indonesia yang dihuni masyarakat dari berbagai macam suku dan budaya. Keunikan inilah yang ingin ditunjukkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta. Selain Yati Pesek dan Kinanti penampil lain yang akan unjuk gigi adalah seniman-seniman tari dari berbagai komunitas tari daerah seperti Sumba, Bali, Lampung, Aceh, Papua, Toraja dll.

“Kegiatan JAMINIFEST adalah bentuk pengenalan budaya Indonesia. Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa kita memiliki budaya yang tidak kalah keren. Jogja sebagai pusat kota pendidikan dan destinasi wisata pasti memiliki bauran culture yang sangat tinggi. Meskipun demikian kita tetap dapat hidup berkesinambungan saling melengkapi dalam kreatifitas dan seni”, ujar Ketua Panitia JAMINIFEST 2016, Akmal Musyadat di Kampus FISIP UPN Kamis, 19 Mei 2016.

Menurut Akmal antusiasme peserta sangat terlihat dengan banyaknya peserta yang mendaftar. Sampai saat ini peserta sudah mencapai target yang diinginkan oleh panitia.

Hari pertama event akan diisi dengan 10 kontestan tari yang akan tampil dengan keunikan tarian masing-masing. Kemudian Juri akan memilih lima kontestan terbaik yang akan kembali bersaing di puncak acara.

Keesokan harinya yaitu puncak acara akan diramaikan oleh lima peserta terbaik dan ditutup dengan pagelaran seni budaya oleh Yati Pesek dan Penari Kinanti Sekar. Tim Tari Kinanti Sekar juga akan berkolaborasi membentuk sebuah kesinambungan cerita konsep Jogja Mini Indonesia.

Sementara itu, Yati Pesek berpendapat bahwa,"Sudah sepatutnya pemuda mulai bangga akan budaya Indonesia karena hanya generasi muda yang bisa diandalkan untuk melestarikan budaya agar tak kalah oleh zaman.

JAMINIFEST 2016 merupakan salah satu event budaya yang membuktikan bahwa pada masa sekarang ini, pemuda ternyata masih ada yang peduli dan cinta akan seni dan budaya Indonesia khususnya seni tari.

Acara JAMINIFEST adalah bukti kecintaan budaya Indonesia. Dengan adanya event ini diharapkan generasi muda sebagai penerus bangsa bisa mencintai dan melestarikan budaya Indonesia, serta menghargai budaya daerah lain dan hidup guyub rukun di dalamnya.

back to top