Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Mahasiswa gerakkan aksi perbaikan moral bangsa

Mahasiswa gerakkan aksi perbaikan moral bangsa

Jogja-KoPiAliansi Mahasiswa Peduli Moral Bangsa Yogyakarta melakukan aksi di titik Nol Km Yogyakarta menuntut pemerintah untuk menguatkan Perda Miras, menguatkan peraturan dan sanksi narkoba dan pornografi, menguatkan, menegaskan dan memperbesar hukuman pelaku kejahatan seksual dan aborsi, serta menguatkan program ketahanan sumber daya manusia dan ketahanan keluarga, Jumat (27/5).

Kejahatan pelecehan seksual akhir-akhir ini terus bermunculan, mulai dari terungkapnya tragedi Yuyun, kemudian kasus di daerah Tanggerang, Bekasi hingga pelecehan seksual terhadap 58 anak di Kediri serta pelecehan seksual lainnya. Menurut, Jundi, koordinator lapangan aksi, ini merupakan sebuah fakta yang menunjukkan sudah bobroknya moral bangsa ini.

Kejahatan seksual senantiasa mengancam wanita dan anak-anak di manapun dan kapanpun. Komisi Nasional Perlindungan Anak, tahun 2015 mencatat bahwa dari 2898 laporan, 62% laporan ialah terkait kejahatan seksual dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain masalah pelecehan seksual, aborsi juga menjadi masalah bagi bangsa Indonesia. KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), 60 % pelaku aborsi adalah anak di bawah umur, dan dari tahun 2008-2010 jumlah aborsi di Indonesia sendiri mencapai 2,5 juta.

Isu Mendagri yang akan mencabut Perda Miras, menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat. Pemerintah dinilai tdak mengerti masalah-masalah yang sedang terjadi. Padahal miras, narkoba, dan pornografi menjadi dalang kejahatan moralitas saat ini.

“Untuk itu kami ingin memeberitahu kepada masyarakat bahwa saat ini negara kita sedang dalam krisis moral,” jelas Jundi Koordinator Lapangan Aksi.

“Selain itu kita menuntut kepada pemerintah untuk tdak mencabut perda miras, mengingat perda ini merupakan benteng terakhir bagi masyarakat kita untuk tidak mengakses miras lagi”, tambahnya.

Dalam aksi ini, Aliansi Mahasiswa Peduli Moral Bangsa Yogyakarta yang terdiri dari berbagai mahasiswa yang ada di Yogyakarta juga menuntut agar hukuman yang diberikan kepada pelaku kejahatan seksual yang maksilmal 15 tahun penjara harus segera direvisi, diperbarui, dan diperkuat agar hukuman tidak rumpul keatas dan tajam ke bawah. “Hukuman mati mungkin akan menjadi solusi yang bagus dalam hal ini”, jelas Jundi.

Penguatan sumber daya manusia dan ketahan keluarga oleh pemerintah juga menjadi tuntutan tersendiri dalam aksi ini. Pemerintah diharapkan mampu menanamkan nilai moral melalui penanaman akhlak dan sistem pendidikan nasional. Dengan adanya aksi ini diharapkan semua masyarakat dapat memperbaiki moralnya.

“Kami berharap dengan adanya aksi ini, semua masyarakat sadar dan memperbaiki moralnya”, jelas Jundi

back to top