Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Merangin-KoPi| Bekas galian lubang penambang emas tampa izin (PETI) kali ini merengut nyawa seorang bocah bernama Dika (9) Warga Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi.
Dika menghembuskan napas terakhir di lokasi bekas lubang Tambang Ilegal PETI di desanya Rabu September sekitar pukul 16.30 Wib.

Beberapa saksi mengatakan peristiwa ini bermula ketika korban dan tiga rekannya tengah bermain di lokasi bekas galian PETI tersebut dan berenang. Naas bagi korban, ketika sampai di tengah dan ingin mengarungi, ternyata korban tidak bisa berenang, hingga akhirnya korban tenggelam.

Ditengah kepanikan, teman-teman korban berusaha memanggil warga. Mendengar teriakan teman korban, kemudian warga menuju lokasi dan menyelam untuk menyelamatkan korban. Sayangnya, korban ditemukan di dasar dalam keadaan tewas.

Kepala Desa Sumber Agung Prianto, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, membenarkan kejadian tersebut tepatnya dikawasan Sungai Merah.

“Ya, dikawasasan Sungai Merah namanya. Dulunya, di sana itu ada orang yang mendompeng. Tempat itu tidak digunakan lagi. Sudah lama ditinggalkan,” ungkap Prianto.

"Karena sudah lama ditinggalkan otomatis terisi air, mungkin anak-anak ini kirain surut, namun, setelah dicoba ternyata dalam. Apa lagi korban ini tak bisa berenang. Yang namanya anak-anak, bermain dak tau tempat. Mungkin, mereka sanga bekas galian dompeng itu surut, setelah dicoba ternyata dalam, beginlah akhirnya," tutupnya Kades.

Sementara itu Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga yang dikonfirmasi Awak media juga membenarkan peristiwa tersebut. “ iya benar memang ada laporan dari warga ,ada anak tenggelam di lubang PETI .

Kami, mendapat laporan dari warga bahwa ada anak tenggelam di lubang PETI , tak menunggu lama, kami langsung menuju lokasi guna melakukan penyelidikan," ujar Kapolres.

Setelah melakukan dan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), beber Kapolres, pihaknya meninta keterangan saksi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Sekarang kami sedang meminta keterangan para saksi dan pemilik lokasi, guna kepentingan penyelidikan,”tutupnya.|Charles

back to top