Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Merangin-KoPi| Bekas galian lubang penambang emas tampa izin (PETI) kali ini merengut nyawa seorang bocah bernama Dika (9) Warga Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi.
Dika menghembuskan napas terakhir di lokasi bekas lubang Tambang Ilegal PETI di desanya Rabu September sekitar pukul 16.30 Wib.

Beberapa saksi mengatakan peristiwa ini bermula ketika korban dan tiga rekannya tengah bermain di lokasi bekas galian PETI tersebut dan berenang. Naas bagi korban, ketika sampai di tengah dan ingin mengarungi, ternyata korban tidak bisa berenang, hingga akhirnya korban tenggelam.

Ditengah kepanikan, teman-teman korban berusaha memanggil warga. Mendengar teriakan teman korban, kemudian warga menuju lokasi dan menyelam untuk menyelamatkan korban. Sayangnya, korban ditemukan di dasar dalam keadaan tewas.

Kepala Desa Sumber Agung Prianto, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, membenarkan kejadian tersebut tepatnya dikawasan Sungai Merah.

“Ya, dikawasasan Sungai Merah namanya. Dulunya, di sana itu ada orang yang mendompeng. Tempat itu tidak digunakan lagi. Sudah lama ditinggalkan,” ungkap Prianto.

"Karena sudah lama ditinggalkan otomatis terisi air, mungkin anak-anak ini kirain surut, namun, setelah dicoba ternyata dalam. Apa lagi korban ini tak bisa berenang. Yang namanya anak-anak, bermain dak tau tempat. Mungkin, mereka sanga bekas galian dompeng itu surut, setelah dicoba ternyata dalam, beginlah akhirnya," tutupnya Kades.

Sementara itu Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga yang dikonfirmasi Awak media juga membenarkan peristiwa tersebut. “ iya benar memang ada laporan dari warga ,ada anak tenggelam di lubang PETI .

Kami, mendapat laporan dari warga bahwa ada anak tenggelam di lubang PETI , tak menunggu lama, kami langsung menuju lokasi guna melakukan penyelidikan," ujar Kapolres.

Setelah melakukan dan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), beber Kapolres, pihaknya meninta keterangan saksi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Sekarang kami sedang meminta keterangan para saksi dan pemilik lokasi, guna kepentingan penyelidikan,”tutupnya.|Charles

back to top