Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

LPSK RI akan beri perlindungan 34 korban diksar Mapala Unisi

LPSK RI akan beri perlindungan 34 korban diksar Mapala Unisi

Sleman-KoPi| Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI akan berikan perlindungan pada 34 Korban Diksar MAPALA UNISI sebagai saksi, Selasa (31/1). Kedatangan LPSK di Universitas Islam Indonesia atas permohonan Rektor UII dan menjadi tanda akan diberikannya perlindungan kepada 34 korban yang menjadi saksi.

 

"Rektor UII mengajukan permohonan ke LPSK RI untuk 34 orang mahasiswa yang berstatus sebagai saksi, 34 orang ini nantinya diharapkan menjadi saksi proses hukum yg berjalan," jelas Askari Razak, Wakil Ketua LPSK RI.

Namun hingga saat ini, LPSK sendiri masih dalam proses melakukan investigasi dan assessment kepada calon atau pemohon sebagai syarat diberikannya permohonan perlindungan pada korban.

"Setelah semua hasil investigasi secara formalities memenuhi syarat, makasih permohonan itu tidak ada alasan untuk diberikannya. Namun, jika ada beberapa syarat yang tidak terpenuhi, makasih nanti akan kami komunikasikan sehingga tetap ada perlindungan dari LPSK," jelas Askari Razak.

LPSK selama dua hari ini berusaha mengumpulkan informasi baik dari kepolisian, rumah sakit, ataupun UII sebelum akhirnya memutuskan untuk memberikan perlindungan pada 34 korban.

"Jarak antara formasi penyusunan sampai pengeluaran risalah itu maksimal 30 hari. Kalau bisa satu minggu, kenapa harus lama," kata Askari Razak.

Sementara itu dalam memberikan perlindungan LPSK tidak hanya memberikan perlindungan secara fisik, namun juga memberikan hak-hak dan kewajiban pemohon sesuai dengan perundang-undangan. Azkari Razak menjelaskan bahwa LPSK memberikan rasa aman Dan nyaman bagi sanksi.

"Ada berbagai macam bentuk perlindungan, ada perlindungan fisik, pendampingan saat di kepolisian hingga saat proses hukum pengawas, perlindungan hukum dalam procedural, serta bantuan psikologis saat korban mengalami traumatik", tambahnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top