Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Longsor Banjarnegara: Satu rumah utuh, lainnya porak-poranda

Foto: @KoPi Foto: @KoPi

Banjarnegara-KoPi-Banjarnegara kembali berkabung setelah peristiwa tanah longsor Sijeruk yang terjadi pada awal tahun 2006 lalu. Kali ini tanah longsor terjadi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kec. Karangkobar, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah yang tak jauh dari Sijeruk, sekitar 7 km arah puncak.

Daerah penghasil salak terbesar di Indonesia ini menjadi sorotan semua awak media karena sedang mengalami musibah tanah longsor. Menurut informasi yang diperoleh KoranOpini.com perstiwa terjadi sekitar pukul 17.45 WIB pada Jum’at (12/1) ketika hujan deras selesai mengguyur daerah Karangkobar.

Peristiwa ke-2 kalinya dan menjadi terbesar sepanjang sejarah tanah longsor di Banjarnegara diperkirakan telah menelan korban lebih dari 108 jiwa. 

Menurut informasi terakhir Senin (15/1) dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Catur Subandrio, korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan sebanyak 46 orang dan sisanya masih dalam proses pencarian. Sebuah peristiwa langka terjadi dalam tanah logsor tersebut, sebuah rumah utuh tidak terkena longsoran tanah.

Menurut salah seorang warga setempat Iwan (45) mengatakan bahwa rumah yang biasanya menjadi TPQ itu utuh dan penghuinya yang sedang hamil 7 bulan juga selamat dari amukan tanah longsor.|Irfan Ridlowi|

 

Baca juga:

Bocah-bocah ajaib

Jokowi instruksikan evakuasi secepatnya

Dosa kaum ilmuwan

TERPOPULER

back to top