Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Lombok Utara targetkan 20 juta Wisman kunjungi wisatanya

Lombok Utara targetkan 20 juta Wisman kunjungi wisatanya

Lombok-KoPi|Dinas Pariwisata (Dinper)Kabupaten Lombok Utara targetkan tahun 2019 terdapat 20 Juta Wisatawan Mancanegara(Wisman) datang ke Lombok Utara.

Kepala bidang Pengembangan Destinasi dan usaha Pariwisata Lombok Utara ,Wayan Bratayasa menerangkan angka tersebut merupakan target dinas Pariwisata Provinsi Nusa tenggara barat sampai tahun 2019.

"Target dari dari provinsi itu kunjungan Wisman tahun. 2019 hingga 20 juta , sementara tahun lalu 2016 kita menerima 2 juta kunjungan Wisman,"ujarnya saat ditemui di Pemenang Barat, Lombok Utara,Sabtu (29/7).

Wayan menuturkan pihaknya menerima kunjungan setidaknya 3700 kunjungan Wisman perhari ke Lombok Utara. Sehingga terhitung Dinas Pariwisata setidaknya terdapat1,4 juta Wisman menghabiskan waktu di Lombok.

Sebagai upaya untuk mengejar target Provinsi NTB,Dinas Pariwisata Lombok utara pun berusaha meningkatkan destinasi wisata di Lombok. Salah satunya adalah dengan menambah length of stay hingga satu minggu

"Wisman terkonsentrasi di tiga gili Lombok dengan length of stay terendah di gili Trawangan 3,7 hari,"lanjutnya.

Wayan menerangkan cara yang ia siapkan untuk masalah ini dengan mengembangkan desa wisata dan pembangunan homestay di Lombok Utara. Tujuannya adalah mengenalkan wisata budaya dan alam ala Lombok Utara kepada Wisman.

Untuk saat ini,setidaknya terdapat 43 desa di Lombok utara dan baru 3 dusun yang masuk kedalam kategori desa wisata. Dalam Pengembangannya, Dinas pariwisata juga sudah mengucurkan dana ratusan juta untuk meningkatkan desa wisata ini.

"Bantuan dana juga kita turunkan sekitar 880 juta yang nantinya dapat digunakan untuk 7 item infrastruktur dari masjid ,mck, pintu gerbang,ruang tunggu di Desa Ecowisata. Konsep dusun ecowisata sudah ada 3 tiga saat ini,kedepan kita targetkan ada 5 dusun dan 2019 akan ada 15 dusun ecowisata untuk meningkatkan desa wisata di Lombok Utara,"tuturnya.

Sementara itu Ketua pengelola Pokdarwis Dusun Krujuk,Desa Pemenang barat Lombok Utara, Lukman Nur Hakim menambahkan wisman rata-rata tertarik dengan lokasi dusun yang masih alami tak tereksploitasi dan wisata dari masyarakat dusun.

Sehingga tidak mengherankan jika Wisman banyak datang untuk melakukan penelitian di dusunnya atau sekedar bermain di Desa Ekowisata.

"Kelompok masyarakat yang diberdayakan di desa ekowisata dari kelompok tani, kuliner budi daya, memancing. Mereka (wisman) tertarik mencoba melihat proses pertanian seperti penanaman kakao,padi,dan lain-lain,"ujar Lukman.

Lukman juga menginformasikan Homestay ditempatnya sudah berjumlah 8 kamar dengan jumlah 2 homestay di Dusun Krujuk. Ia melanjutkan pihaknya akan terus menambah jumlah penginapan selaras dengan target kementrian desa yaitu 20.000 homestay di Lombok utara.

Menimpali wacana ini ,Kepala dinas Pariwisata baru Lombok utara,H. Muhammad juga senada dengan Wayan yaitu pengembangan wisata budaya dan desa wisata untuk menarik Wisman. Menurutnya hal ini juga dapat berdampak baik pada masyarakat yang tinggal di Desa Lombok Utara.

"Dampaknya ke masyarakat akan sangat bagus,mereka juga bisa menjual produksinya kerajinan tangan mereka ,makanan dll,"Pungkasnya yang baru memulai tugas pada Juli lalu.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top