Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah menggelar simulasi bencana

Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah menggelar simulasi bencana

Jogja-KoPi| Lembaga penanggulangan bencana PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, Polsek Wirobrajan dan Tim Search and Rescue menggelar simulasi bencana di Madrasah Mualimin Muhammadiyah untuk memperingati hari kesiap siagaan bencana nasional, Senin (26/4).

 

Simulasi ini digelar pada pukul 09.35 dengan tanda adanya ledakkan awal kebakaran di lantai 2 di Gedung Madrasah. Dilanjutkan dengan penanganan awal oleh tim pertolongan pertama oleh pihak sekolah seperti memberikan arahan evakuasi ke luar gedung, pertolongan pertama pada yang terluka, dan pemandaman mandiri.

Simulasi dilanjutkan oleh pemadam kebakaran, tim search and rescue dan polisi tiba di lokasi pada pukul 10.00.

Sementara itu, simulasi ledakan kebakaran kedua terjadi di lantai 1,dan simulasi pertolongan pun berlanjut sampai pukul 10.35 yang ditutup dengan laporan bencana oleh semua regu siap siaga.

Berkiatan dengan simulasi di Madrasah Mualimin Muhammadiyah, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah, Rahmawanto Husein mengatakan simulasi ini merupakan bagian dari peringatan hari kesiapsiagaan bencana nasional yang diusulkan pada tanggal 26 April oleh lembaga.

"Kami mendorong semua lembaga Muhammadiyah termasuk sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk melakukan simulasi pada peringatan ini, minimal apel siaga jika tidak bisa melakukan", kata Rahma.

Dia melanjutkan Muhammadiyah bersama 19 ribu sekolah dan 457 rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di seluruh Indonesia ikut serta dalam peringatan hari kesiap siagaan bencana nasional hari ini.

Tujuannya sendiri adalah untuk mendorong kampanye pentingnya akan kesadaran resiko bencana dan pentingannya pelajar, guru dan sekolah siaga terhadap bencana.

Rahma mengatakan dengan simulasi di Madrasah ini, diharapkan baik guru dan siswa dapat lebih siap dalam berkoordinasi dengan regu penolong dan damkar dan tidak panik dalam menghadapi bencana yang sesungguhnya di kemudian hari.

"Simulasi ini merupakan bagian dari kegiatan siap siaga bencana, jika sekolah sudah siap siaga,maka sekolah dapat mencegah korban lebih banyak saat terjadi bencana yang sebenarnya ,dan siswa yang sudah lulus dapat menyebarkan ilmu ini ke masyarakatnya di rumah masing-masing”, jelas Rahma.

Simulasi ini juga diikuti oleh antusias oleh seluruh siswa Madrasah Mualimin baik itu yang berperan sebagai regu penolong,pengamanan dan korban. Fatta Ahmadan, siswa kelas sebelas yang merupakan regu pengamanan Hizbuwaton mengatakan agenda ini sangat bermanfaat untuk penanganan bencana di masa depan

"Agenda ini sangat bermanfaat, dengan simulasi ini kita dapat mengetahui bagaiaman cara menanggulangi bencana kebakaran, dan ini baru pertama kali dilakukan di Mualimin semenjak saya sekolah disini”, pungkasnya.| Syafiq Syaiful Ardli

back to top