Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah menggelar simulasi bencana

Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah menggelar simulasi bencana

Jogja-KoPi| Lembaga penanggulangan bencana PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, Polsek Wirobrajan dan Tim Search and Rescue menggelar simulasi bencana di Madrasah Mualimin Muhammadiyah untuk memperingati hari kesiap siagaan bencana nasional, Senin (26/4).

 

Simulasi ini digelar pada pukul 09.35 dengan tanda adanya ledakkan awal kebakaran di lantai 2 di Gedung Madrasah. Dilanjutkan dengan penanganan awal oleh tim pertolongan pertama oleh pihak sekolah seperti memberikan arahan evakuasi ke luar gedung, pertolongan pertama pada yang terluka, dan pemandaman mandiri.

Simulasi dilanjutkan oleh pemadam kebakaran, tim search and rescue dan polisi tiba di lokasi pada pukul 10.00.

Sementara itu, simulasi ledakan kebakaran kedua terjadi di lantai 1,dan simulasi pertolongan pun berlanjut sampai pukul 10.35 yang ditutup dengan laporan bencana oleh semua regu siap siaga.

Berkiatan dengan simulasi di Madrasah Mualimin Muhammadiyah, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah, Rahmawanto Husein mengatakan simulasi ini merupakan bagian dari peringatan hari kesiapsiagaan bencana nasional yang diusulkan pada tanggal 26 April oleh lembaga.

"Kami mendorong semua lembaga Muhammadiyah termasuk sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk melakukan simulasi pada peringatan ini, minimal apel siaga jika tidak bisa melakukan", kata Rahma.

Dia melanjutkan Muhammadiyah bersama 19 ribu sekolah dan 457 rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di seluruh Indonesia ikut serta dalam peringatan hari kesiap siagaan bencana nasional hari ini.

Tujuannya sendiri adalah untuk mendorong kampanye pentingnya akan kesadaran resiko bencana dan pentingannya pelajar, guru dan sekolah siaga terhadap bencana.

Rahma mengatakan dengan simulasi di Madrasah ini, diharapkan baik guru dan siswa dapat lebih siap dalam berkoordinasi dengan regu penolong dan damkar dan tidak panik dalam menghadapi bencana yang sesungguhnya di kemudian hari.

"Simulasi ini merupakan bagian dari kegiatan siap siaga bencana, jika sekolah sudah siap siaga,maka sekolah dapat mencegah korban lebih banyak saat terjadi bencana yang sebenarnya ,dan siswa yang sudah lulus dapat menyebarkan ilmu ini ke masyarakatnya di rumah masing-masing”, jelas Rahma.

Simulasi ini juga diikuti oleh antusias oleh seluruh siswa Madrasah Mualimin baik itu yang berperan sebagai regu penolong,pengamanan dan korban. Fatta Ahmadan, siswa kelas sebelas yang merupakan regu pengamanan Hizbuwaton mengatakan agenda ini sangat bermanfaat untuk penanganan bencana di masa depan

"Agenda ini sangat bermanfaat, dengan simulasi ini kita dapat mengetahui bagaiaman cara menanggulangi bencana kebakaran, dan ini baru pertama kali dilakukan di Mualimin semenjak saya sekolah disini”, pungkasnya.| Syafiq Syaiful Ardli

back to top