Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Lapas Pakem akan larang narapidana gunakan HP guna hindari bisnis narkoba

Lapas Pakem akan larang narapidana gunakan HP guna hindari bisnis narkoba

Jogja-KoPi | Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pakem Erwedi menyatakan akan memperketat pengawasan kepada narapidananya khususnya Lapas Narkotika kelas II A Yogyakarta. Bentuk pengetatan ini berupa pengawasan penuh kepada napi dan larangan membawa handphone.

Pasalnya berdasarkan dari pengungkapan dan penangkapan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)DIY, dari ketiga kasus pengungkapan narkotika selama bulan Maret, ketiganya memiliki kaitan yang kuat dengan narapidana.

Seperti pada kasus pengungkapan narkotika 9 Maret 2017, tersangka dengan dengan inisial N, Als, Npk merupakan pengendali dalam usaha jual beli narkotika dan juga seorang narapidana.

“Sabu yang didapat tersangka KH pada tanggal 9 Maret,merupakan milik seorang lapas di Pakem, bersama dengan Ka Lapas, kami menggeledah narapidana dan mendapatkan tiga handphone yang digunakan oleh tersangka N yang mengatur jual beli Narkotika,”ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNNP DIY di Kantor BNNP DIY, Kamis (30/3).

Erwedi mengakui kecolongan dengan temuan tersebut. Karena dalam pengawasan di lapas, barang dari luar lapas termasuk alat komunikasi tidak diperbolehkan masuk kedalam lapas.

Namun, tetap saja alat komunikasi seperti handphone dapat masuk. Erwedi menambahkan cara yang paling sering digunakan untuk mendapatkan handphone melalui lemparan dari luar pagar.

“Yang paling banyak digunakan adalah orang dari luar melemparkan HP kedalam lapas. Jika lemparannya tepat narapidana sudah pasti menerima dengan utuh, namun jika tidak tepat ya hancur. Kita pernah menemukan pecahan HP tersebut,”jelas Erwedi.

Sementara untuk setiap pengetatan aturan setiap anggota lapas, Erwedi tidak segan-segan untuk memberikan hukuman kepada anggota yang melanggar aturan lapas.

Seperti memberikan handphone kepada narapidana hingga membantu narapidana dalam mengedarkan Narkotika. Erwedi menjelaskan hukumannya dapat berupa sanksi skorsing sampai pemberhentian tidak terhormat.

“Keamanan itu kita lakukan saat anggota lapas masuk ke lapas, kita lakukan pengecekan seperti mereka membawa handphone atau tidak dan saat keluar lapas. Kita juga cek kembali apakah handphone tersebut masih ada,” kata Erwedi.

Selain itu, Pihaknya juga berencana memasang CCTV tidak hanya didalam lapas namun juga diluar lapas. Tujuannya adalah untuk memantau apakah ada seseorang yang berusaha membantu narapidana untuk mendapatkan alat komunkasi atau tidak.

Erwedi mengakui mengalami permasalahan seperti jumlah anggota lapas yang sedikit dan permasalahan pengadaan sistem keamanaan tingkat tinggi dalam lapas. Lokasi lapas yang berdekatan dengan masyarakat menjadi salah satu permasalahan lapas.

“Kita tidak memiliki Sistem Maksimum Security seperti mesin pengacak sinyal, dulu pernah kita ajukan namun tidak dapat dipenuhi karena anggaran negara kita terbatas. Lokasi lapas juga menjadi permasalahan karena berdekatan dengan masyarakat padahal harusnya lapas jauh dari peradaban.”

Dalam memantau dan mencegah peredaran narkoba di lapas, Erwedi juga meminta peran serta kerja sama dari semua lapisan masyarakat.

Jika masyarakat menemukan tindak mencurigakan seseorang di luar lapas hingga oknum lapas yang melanggar aturan agar segera melaporkan ke pihaknya.

“Jika masyarakaat menemukan hal tersebut kami minta segera laporkan,”pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top