Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

KPU Yogyakarta mengadakan pendidikan pemilu bagi difabelitas

KPU Yogyakarta mengadakan pendidikan pemilu bagi difabelitas

Jogja-KoPi│KPU Yogyakarta bersama Relawan Peduli Pemilu adakan kegiatan Pendidikan Pemilih (Diklih) bertempat di aula kantor KPU kota Yogyakarta yang melibatkan seluruh elemen disabilitas di Yogyakarta, Selasa (24/1).

“Kegiatan pendidikan ini bertujuan agar para difabel mengerti tentang kepemiluan terutama tentang hak mereka dalam memilih, sehingga mereka dapat menyalurkan haknya”, jelas Wais Alqarni.

Terdapat berbagai alasan bagi penyandang difabelitas untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Wais Alqarni menjelaskan bahwa hal tersebut dapat dikarenakan susahnya akses ke TPS atau bahkan larangan dari orang tua.

Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari pemilih pemula dan pemiih umum difabel yang berjumlah 44 orang. Pemilih pemula berasal dari SLB yang ada di Yogyakarta, yaitu SLB 1 Yogyakarta, SLB 2 Yogyakarta, serta pembina SLB yang tiap SLB diwakili 3 orang. Sedangkan, pemilih umum berasal dari warga difabell Yogyakarta yang belum mendapatkan sosialisasi tentang pemilu.

“Perwakilan dari SLB, ada dari HWDI, ICMI, serta teman-teman yang belum pernah mendapatkan sosialisasi”, jelas Wais Alqarni.

Sementara itu, KPU Yogyakarta yang diwakili oleh Sri Surani, KPU Divisi Sosialisasi, mengatatakan bahawa KPU DIY berkomitmen penuh untuk memenuhi hak penyandang difabel dalam Pilwali 2017.

“Kami di KPU Yogyakarta berkomitmen penuh dalam memastikan, memenuhi serta mewujudkan hak teman-teman difabel dalam Pilwali 2017 ini. Kami mohon maaf apabila di TPS besok masih terdapat hak-hak teman-teman yang tidak terpenuhi. Kami telah berusaha mewujudakan, memenuhi dan memastikan hak-hak teman-teman dengan mensosialisikan pada KPPS,” ujar Sri Surani.

Penyandang Difabel di Yogyakarta sendiri berjumlah 837 orang, terdiri dari Tuna Daksa 244, Tuna Netra 135, Tuna Rungu 220, Tuna Grahita 163, lain-lain 75.
Namun, KPU Yogyakarta yakin bahwa masih terdapat penyandang difabelitas yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Kami yakin masih banyak dari teman-teman kita yang diluar yang belum terdaftar, dalam hal ini kita dorong teman-teman kita yang belum terdaftar untuk mendaftar. Bagi teman-teman difabel dan sudah memilki KTP elektrik maka tetap memiliki hak untuk memilih di TPS”, jelas Sri Surani.

back to top