Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

KPU Kota Yogyakarta semarakan pemilos Madrasah Mualimat Muhammadiyah

KPU Kota Yogyakarta semarakan pemilos Madrasah Mualimat Muhammadiyah

Jogja-KoPi|KPU Kota Yogyakarta ikut serta dalam agenda proses pemilihan e-voting ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta.

Berkaitan E-Voting, Rani dari Divisi Sosialisasi Humas KPU Kota ,mengatakan e-voting ini merupakan bentuk kemajuan teknologi yang seharusnya juga diterapkan ke pemilu sesungguhnya.

"Sebetulnya e-voting ini adalah satu hal yang harus didukung karena manfaatnya banyak. Dan ini adalah bentuk kemajuan teknologi yang seharusnya kemudian diterapkan dalam proses pemilihan yang sesungguhnya,"ujarnya usai memberikan sosialisasi di Madrasah Mualimat Muhammadiyah,Kamis (29/9)

Meski pihak sekolah sudah berencana menerapkan full sistem e-voting pada pemilihan tahun ini, namun proses pemilihan melalui e-voting hanya berlangsung sebentar akibat listrik mati. Alhasil,pemilihan metode e-voting diubah menjadi manual dipertengahan jalan.

Sekitar 1088 siswi pun satu hari penuh ini memasukkan nama calon ketua PR IPM yang ditulis tangan kekotak suara serta mencelupkan jari mereka ke tinta persis seperti pemilu pada umumnya. Setelah proses pemasukkan nama, KPU pun memberikan sosialisasinya.

Rani pun berharap proses ini tidak berhenti pada pemahaman hak pilih saja tapi juga menyentuh pada pemahaman tanggung jawab pengguna hak pilih. Sosialisasi serta informasi terbaru 2019 juga diberikan kepada puluhan siswa ini.

"Ini juga merupakan bagian dari penjelasan tanggung jawab hak pilih ,dan upaya kami untuk melestarikan budaya demokrasi dengan cara pemilu,"jelasnya.

Sementara itu dari pihak sekolah, Unik Rasyida sebagai wakil direktur kesiswaan Madrasah memaparkan sistem e-voting sudah digunakan pada pemilihan sebelumnya. Pihak sekolah sudah pernah menggunakan sistem pemilihan manual, bilik, dan e-voting dua kali.

Berkaitan pada gelaran pemilihan ini, ia menjelaskan sebelumnya para calon ketua sudah menyampaikan orasi mereka terkait program serta visi misi mereka di lapangan sekolah. Tujuannya adalah agar setiap siswa dapat mengetahui visi dan program para calon sebelum memilih.

"Calon ketua juga melakukan orasi di lapangan sekolah sekitar satu bulan yang lalu ,menyampaikan visi misi mereka. Dari situlah para siswi dapat memilih ketua berdasarkan visi dan program mereka. Harapan kami mereka (siswi pemilih) dapat menjadi pemilih cerdas tanpa memandang muka calon ketua,"jelasnya.

Dari kalangan siswi,puluhan siswi tampak antusias pada pemilihan tahun ini terlepas metode pemilihan berubah ke manual. Salah satu siswi, Zakia ilma mengatakan sudah mengetahui betul setiap calon ketua IPM.

"Harapannya siapapun yang terpilih dapat membawa program yang lebih baik untuk mualimat muhammadiyah dan masyarakat sekitar,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top