Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

KPU Kota Yogyakarta semarakan pemilos Madrasah Mualimat Muhammadiyah

KPU Kota Yogyakarta semarakan pemilos Madrasah Mualimat Muhammadiyah

Jogja-KoPi|KPU Kota Yogyakarta ikut serta dalam agenda proses pemilihan e-voting ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta.

Berkaitan E-Voting, Rani dari Divisi Sosialisasi Humas KPU Kota ,mengatakan e-voting ini merupakan bentuk kemajuan teknologi yang seharusnya juga diterapkan ke pemilu sesungguhnya.

"Sebetulnya e-voting ini adalah satu hal yang harus didukung karena manfaatnya banyak. Dan ini adalah bentuk kemajuan teknologi yang seharusnya kemudian diterapkan dalam proses pemilihan yang sesungguhnya,"ujarnya usai memberikan sosialisasi di Madrasah Mualimat Muhammadiyah,Kamis (29/9)

Meski pihak sekolah sudah berencana menerapkan full sistem e-voting pada pemilihan tahun ini, namun proses pemilihan melalui e-voting hanya berlangsung sebentar akibat listrik mati. Alhasil,pemilihan metode e-voting diubah menjadi manual dipertengahan jalan.

Sekitar 1088 siswi pun satu hari penuh ini memasukkan nama calon ketua PR IPM yang ditulis tangan kekotak suara serta mencelupkan jari mereka ke tinta persis seperti pemilu pada umumnya. Setelah proses pemasukkan nama, KPU pun memberikan sosialisasinya.

Rani pun berharap proses ini tidak berhenti pada pemahaman hak pilih saja tapi juga menyentuh pada pemahaman tanggung jawab pengguna hak pilih. Sosialisasi serta informasi terbaru 2019 juga diberikan kepada puluhan siswa ini.

"Ini juga merupakan bagian dari penjelasan tanggung jawab hak pilih ,dan upaya kami untuk melestarikan budaya demokrasi dengan cara pemilu,"jelasnya.

Sementara itu dari pihak sekolah, Unik Rasyida sebagai wakil direktur kesiswaan Madrasah memaparkan sistem e-voting sudah digunakan pada pemilihan sebelumnya. Pihak sekolah sudah pernah menggunakan sistem pemilihan manual, bilik, dan e-voting dua kali.

Berkaitan pada gelaran pemilihan ini, ia menjelaskan sebelumnya para calon ketua sudah menyampaikan orasi mereka terkait program serta visi misi mereka di lapangan sekolah. Tujuannya adalah agar setiap siswa dapat mengetahui visi dan program para calon sebelum memilih.

"Calon ketua juga melakukan orasi di lapangan sekolah sekitar satu bulan yang lalu ,menyampaikan visi misi mereka. Dari situlah para siswi dapat memilih ketua berdasarkan visi dan program mereka. Harapan kami mereka (siswi pemilih) dapat menjadi pemilih cerdas tanpa memandang muka calon ketua,"jelasnya.

Dari kalangan siswi,puluhan siswi tampak antusias pada pemilihan tahun ini terlepas metode pemilihan berubah ke manual. Salah satu siswi, Zakia ilma mengatakan sudah mengetahui betul setiap calon ketua IPM.

"Harapannya siapapun yang terpilih dapat membawa program yang lebih baik untuk mualimat muhammadiyah dan masyarakat sekitar,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top