Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

KPU DIY siapkan TPS Aksesible untuk mempermudah difabel

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan

Jogja-KoPi│ Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY akan mempersiapkan Tempat Pemungutas Suara (TPS) yang mudah diakses bagi penyandang difabelitas dalam Pilkada DIY tahun 2017 ini.

Tingkat daftar pemilih difabel yang cukup tinggi di Yogyakarta yaitu 1.135 difabel di DIY Kota, dan 837 difabel di Kulon Progo baik tuna rungu, tuna daksa, tuna wicara, maupun tuna netra, menjadi salah satu penyebab muculnya TPS Aksesible di Pilkada DIY tahun ini.

“TPS aksesisble akan mempermudah masyarakat difabel untuk menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada DIY kali ini”, jelas Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, saat ditemui di kantor KPU DIY, Senin (09/01).

Tempat Pemungutas Suara (TPS) aksesible ini akan diterapkan di semua TPS yang ada di Yogyakarta atau pun Kulon Progo dengan desain TPS yang memudahkan difabel, Sumber Daya Manusia Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta dengan adanya surat suara yang didesain dengan menggunakan huruf braille.

“TPS Aksesible ini akan memudahkan pemilih difabel untuk menyalurkan suaranya, baik dari desain yang menghindari jalan berundak-undak menuju TPS dengan cara menyediakan krak, tempat TPS yang berpasir, becek, serta pintu yang sempit. Kotak suara juga akan di tempatkan di tempat yang mudah dijangkau pemilih difabel, memperlebar jarak meja tempat mencoblos dengan tembok sehingga pemilih difabel terutama yang menggunakan kursi roda dapat dengan mudah bergerak, ” jelas Hamdan Kurniawan.

Selain desain yang mudah, SDM PPS juga dibekali pengetahuan tentang difabelitas sehingga mampu membantu mengarahkan para pemilih difabel untuk menyalurkan suaranya.

“Kami telah menyediakan buku panduan KPPS yang berisi tentang cara-cara memperlakukan pemilih difabel, baik mengarahkan maupun mendampingi pemilih difabel”, ujar Hamdan Kurniawan.

Sedangkan surat suara yang didesain dengan huruf braille akan disebarkan diseluruh TPS untuk mengantisipasi adanya pemilih difabel pindahan. “Surat suara braille akan disebarkan disetiap TPS, minimal satu surat suara per TPS, hal ini untuk mengantisipasi adanya pemilih difabel pindahan dari TPS lain,” pungkas Hamdan Kurniawan. |Frenda Yentin|Syidiq S Ardli|

back to top