Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

KPU DIY siapkan TPS Aksesible untuk mempermudah difabel

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan

Jogja-KoPi│ Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY akan mempersiapkan Tempat Pemungutas Suara (TPS) yang mudah diakses bagi penyandang difabelitas dalam Pilkada DIY tahun 2017 ini.

Tingkat daftar pemilih difabel yang cukup tinggi di Yogyakarta yaitu 1.135 difabel di DIY Kota, dan 837 difabel di Kulon Progo baik tuna rungu, tuna daksa, tuna wicara, maupun tuna netra, menjadi salah satu penyebab muculnya TPS Aksesible di Pilkada DIY tahun ini.

“TPS aksesisble akan mempermudah masyarakat difabel untuk menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada DIY kali ini”, jelas Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, saat ditemui di kantor KPU DIY, Senin (09/01).

Tempat Pemungutas Suara (TPS) aksesible ini akan diterapkan di semua TPS yang ada di Yogyakarta atau pun Kulon Progo dengan desain TPS yang memudahkan difabel, Sumber Daya Manusia Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta dengan adanya surat suara yang didesain dengan menggunakan huruf braille.

“TPS Aksesible ini akan memudahkan pemilih difabel untuk menyalurkan suaranya, baik dari desain yang menghindari jalan berundak-undak menuju TPS dengan cara menyediakan krak, tempat TPS yang berpasir, becek, serta pintu yang sempit. Kotak suara juga akan di tempatkan di tempat yang mudah dijangkau pemilih difabel, memperlebar jarak meja tempat mencoblos dengan tembok sehingga pemilih difabel terutama yang menggunakan kursi roda dapat dengan mudah bergerak, ” jelas Hamdan Kurniawan.

Selain desain yang mudah, SDM PPS juga dibekali pengetahuan tentang difabelitas sehingga mampu membantu mengarahkan para pemilih difabel untuk menyalurkan suaranya.

“Kami telah menyediakan buku panduan KPPS yang berisi tentang cara-cara memperlakukan pemilih difabel, baik mengarahkan maupun mendampingi pemilih difabel”, ujar Hamdan Kurniawan.

Sedangkan surat suara yang didesain dengan huruf braille akan disebarkan diseluruh TPS untuk mengantisipasi adanya pemilih difabel pindahan. “Surat suara braille akan disebarkan disetiap TPS, minimal satu surat suara per TPS, hal ini untuk mengantisipasi adanya pemilih difabel pindahan dari TPS lain,” pungkas Hamdan Kurniawan. |Frenda Yentin|Syidiq S Ardli|

back to top