Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kota Yogyakarta mengincar predikat Kota Layak Anak.

Kota Yogyakarta mengincar predikat Kota Layak Anak.

Jogja-KoPi| Pj Wali Kota Sulistyo menekankan kepada Pemda dan semua instansi agar memprioritaskan semua hal yang berkaitan dengan anak-anak dalam persiapan untuk penilaian evaluasi tahunan agar Kota Yogyakarta mendapat predikat kota layak anak.

Prioritas di sini terkait dengan upaya Pemda dengan permasalahan anak-anak, seperti perlindungan anak, pencegahan kekerasan, kematian bayi, dan pernikahan di bawah umur.

"Semua hal yang berkaitan dengan anak,apa yang bisa dan sudah dilakukan di sini seperti upaya dan hal hal seperti kematian bayi dan pernikahan dini. Tujuannya untuk meningkatkan level Kota Yogyakarta dari madya menjadi kota layak anak,"Jelas Sulistyo usai rapat evaluasi kota layak anak, di Balai Kota Yogyakarta,Senin (6/3/17).

Harida dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, menjelaskan ada sekitar 24 indikator yang digunakan dalam penilaian kelembagaan. Salah satu indikator yang menjadi fokus adalah Kesejahteraan dan kesehatan anak. Namun, Harida menyayangkan bentuk penilaian ini masih bersifat kuantitatif bukan kualitatif.

Harida dan pihaknya pun sudah mempersiapkan berbagai data dan bukti terkait dengan verifikasi pendataan. Verifikasi pendataan akan dilaksanakan pada akhir Maret dan April. Harida menambahkan nantinya proses ini akan berakhir pada tanggal 22 Juni ditutup dengan pengumuman kota dengan predikat layak anak.

Okto Noor Arifat juga dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, menekankan Yogyakarta mempunyai potensi untuk mendapatkan predikat itu. Pasalnya Yogyakarta sendiri sudah didukung dengan berbagai peraturan daerah yang melindungi anak-anak. Salah satu perda yang berperan besar adalah perda tentang larangan merokok di beberapa tempat.

Okto Noor juga menambahkan salah satu permasalahan yang dihadapi kelembagaan saat ini bukanlah upaya melainkan keberanian setiap lembaga untuk menyampaikan inovasi. Menurutnya saat ini kelembagaan sudah memiliki banyak inovasi yang mendukung hak anak dan perlindungan anak namun lembaga seolah malu-malu untuk menyampaikan keberhasilan tersebut.

"Salah satu inovasi adalah menciptakan kampung ramah anak yang sudah berjumlah 170 kampung, lalu ada program gang free day dimana dalam jam tertentu, pada satu gang kendaraan tidak boleh lewat, karena gang tersebut dikhususkan untuk tempat bermain anak,"

Untuk saat ini Kota Yogyakarta masih berada di tingkatan madya seperti Gunungkidul dan Sleman.Sulistyo dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan berusaha agar nantinya Kota Yogyakarta akan naik ke tingkat Nindya dan kemudian predikat kota layak anak. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top