Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II

KoPi| Indonesia adalah surga satwa liar termasuk burung dan menurut Birdlife International, Indonesia memiliki 1615 jenis burung sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara terkaya keempat di dunia akan jumlah jenis burung setelah Kolombia, Peru dan Brazil.

Dari jumlah tersebut, 419 jenis di antaranya tidak terdapat di negara lain di dunia, hanya ada di Indonesia (jenis endemik Indonesia). Meski demikian, Indonesia memiliki 132 jenis burung yang terancam punah antara lain karena hilangnya habitat dan penangkapan satwa untuk diperdagangkan.

Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk menekan laju kepunahan burung, antara lain dengan menjaga habitat, restorasi habitat, penyebarluasan informasi serta melakukan pertukaran informasi tentang upaya pelestarian burung di alam.

Salah satu wadah kegiatan untuk pertukaran informasi yaitu dengan menyelenggarakan Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung untuk upaya konservasi burung di Indonesia. Konferensi ini adalah konferensi kedua setelah sebelumnya dilakukan di Bogor pada tahun 2015.

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II mengusung tema "Pelestarian Burung untuk Keseimbangan Ekosistem". Tujuan dari konferensi ini ialah untuk mengembangan ilmu pengetahuan tentang burung (ornitologi) di Indonesia dalam melestarikan burung untuk keseimbangan ekosistem.

Dengan semakin meluasnya informasi dan berkembanganya pengetahuan tentang burung di Indonesia diharapkan semakin tinggi kesadaran lingkungan dan upaya perlindungan burung di alam.

Konferensi ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 Februari 2016 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan diselenggarakan oleh Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta bekerjasama dengan Paguyuban Pengamat Burung Jogyakarta, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Institut Pertanian Bogor, Burung Indonesia, P2B-LIPI, Raptor Indonesia (RAIN), Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN), Indonesian Ornithologists' Union, Indonesia Hornbill Conservation Society (IHCS), Departemen Biologi Fakultas MIPA Universitas Padjajaran, dan Burung Nusantara.

back to top