Menu
Jogja International Street Performance 2017

Jogja International Street Performa…

Jogja-KoPi| Dinas Pariwis...

Kemenag restui pemutaran dan pembuatan film G30S/PKI

Kemenag restui pemutaran dan pembua…

Sleman-KoPi| Kementrian A...

Menag meralat makna radikalisme agama

Menag meralat makna radikalisme aga…

Sleman-KoPi|Menteri Agama...

Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, S.E. Jabat Wakil Gubernur Akmil

Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, S…

Akademi Militer (22/09/20...

Gus Ipul : Buka Pergusmad V di Lumajang

Gus Ipul : Buka Pergusmad V di Luma…

Lumajang-KoPi| Wakil Gube...

Gus Ipul Harapkan Persadin Lahirkan Seniman dan Atlet Handal Jatim

Gus Ipul Harapkan Persadin Lahirkan…

Malang-KoPi| Persadin (Pe...

Gus Ipul Apresiasi POC Promosikan Wisata Jatim

Gus Ipul Apresiasi POC Promosikan W…

Batu-Malang| Gus Ipul – s...

DPR dinilai kurang becus bahas isu nuklir

DPR dinilai kurang becus bahas isu …

Sleman-KoPi|Peneliti Inst...

Gus Ipul Ajak Siswa Jadi Generasi Unggul dengan Doa, Usaha, Ilmu dan Tawakal

Gus Ipul Ajak Siswa Jadi Generasi U…

Surabaya-KoPi| Wakil Gube...

Gubernur Jatim Ingatkan Tentang Integritas

Gubernur Jatim Ingatkan Tentang Int…

Surabaya-KoPi| Para pejab...

Prev Next

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Magelang-KoPi| Komunitas Kali Bersih Magelang mengadakan upacara untuk memperingati HUT RI ke 72 di Saluran Sungai Manggis Dusun Banyakaan.

Yohanes Jo bertindak sebagai komandan upacara dan Petrus Widiyatno sebagai inspektur upacara. Upacara berlangsung hikmat dan terasa begitu sakral ketika Indonesia Raya berkumandang ditingkahi alunan biola yang dimainkan oleh bapak Sudiro warga Kliwonan Kota Magelang. Dalam sambutannya Petrus menyampaikan tema Memerdekakan Sungai dari Sampah.

Upacara di atas sungai itu dikuti oeh puluhan warga sekitar dan berbagai usia serta jenis kelamin. Mereka bahkan dengan antusias masuk ke dalam sungai tempat upacara.

Sementara itu, Andri Topo Sanjoyo, seorang seniman Magelang membacakan sebuah puisi yang bercerita tentang ratapan alam yang terluka oleh sampah dan gedung gedung megah yang menggusur area persawahan.

Acara ini dilaksanankan sebagai lanjutan dari acara Baksos 23 Juli 2017, sebagai ucapan terimakasih,dan penguatan kesadaran barisan petani dan warga Banyakaan untuk tetap menjaga kebersihan sungai.

Usai upacara, masyarakat berbaur di pinggir sungai untuk makan bersama dengan menu kluban sebagai rasa syukur.
Acara kemudian dlanjutkan dengan mengarak monumen sampah bebrbentuk bola dunia yang dipajang di samping gapura Dusun Banyakan. Monumen itu untuk mengingatkan bahwa dunia saat ini telah terancam dengan sampah yang membahayakan kehidupan manusia. Di akhir acara, masyarakat mendapat suguhan musik Jodhokemil.

back to top