Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Magelang-KoPi| Komunitas Kali Bersih Magelang mengadakan upacara untuk memperingati HUT RI ke 72 di Saluran Sungai Manggis Dusun Banyakaan.

Yohanes Jo bertindak sebagai komandan upacara dan Petrus Widiyatno sebagai inspektur upacara. Upacara berlangsung hikmat dan terasa begitu sakral ketika Indonesia Raya berkumandang ditingkahi alunan biola yang dimainkan oleh bapak Sudiro warga Kliwonan Kota Magelang. Dalam sambutannya Petrus menyampaikan tema Memerdekakan Sungai dari Sampah.

Upacara di atas sungai itu dikuti oeh puluhan warga sekitar dan berbagai usia serta jenis kelamin. Mereka bahkan dengan antusias masuk ke dalam sungai tempat upacara.

Sementara itu, Andri Topo Sanjoyo, seorang seniman Magelang membacakan sebuah puisi yang bercerita tentang ratapan alam yang terluka oleh sampah dan gedung gedung megah yang menggusur area persawahan.

Acara ini dilaksanankan sebagai lanjutan dari acara Baksos 23 Juli 2017, sebagai ucapan terimakasih,dan penguatan kesadaran barisan petani dan warga Banyakaan untuk tetap menjaga kebersihan sungai.

Usai upacara, masyarakat berbaur di pinggir sungai untuk makan bersama dengan menu kluban sebagai rasa syukur.
Acara kemudian dlanjutkan dengan mengarak monumen sampah bebrbentuk bola dunia yang dipajang di samping gapura Dusun Banyakan. Monumen itu untuk mengingatkan bahwa dunia saat ini telah terancam dengan sampah yang membahayakan kehidupan manusia. Di akhir acara, masyarakat mendapat suguhan musik Jodhokemil.

back to top