Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Magelang-KoPi| Komunitas Kali Bersih Magelang mengadakan upacara untuk memperingati HUT RI ke 72 di Saluran Sungai Manggis Dusun Banyakaan.

Yohanes Jo bertindak sebagai komandan upacara dan Petrus Widiyatno sebagai inspektur upacara. Upacara berlangsung hikmat dan terasa begitu sakral ketika Indonesia Raya berkumandang ditingkahi alunan biola yang dimainkan oleh bapak Sudiro warga Kliwonan Kota Magelang. Dalam sambutannya Petrus menyampaikan tema Memerdekakan Sungai dari Sampah.

Upacara di atas sungai itu dikuti oeh puluhan warga sekitar dan berbagai usia serta jenis kelamin. Mereka bahkan dengan antusias masuk ke dalam sungai tempat upacara.

Sementara itu, Andri Topo Sanjoyo, seorang seniman Magelang membacakan sebuah puisi yang bercerita tentang ratapan alam yang terluka oleh sampah dan gedung gedung megah yang menggusur area persawahan.

Acara ini dilaksanankan sebagai lanjutan dari acara Baksos 23 Juli 2017, sebagai ucapan terimakasih,dan penguatan kesadaran barisan petani dan warga Banyakaan untuk tetap menjaga kebersihan sungai.

Usai upacara, masyarakat berbaur di pinggir sungai untuk makan bersama dengan menu kluban sebagai rasa syukur.
Acara kemudian dlanjutkan dengan mengarak monumen sampah bebrbentuk bola dunia yang dipajang di samping gapura Dusun Banyakan. Monumen itu untuk mengingatkan bahwa dunia saat ini telah terancam dengan sampah yang membahayakan kehidupan manusia. Di akhir acara, masyarakat mendapat suguhan musik Jodhokemil.

back to top