Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Magelang-KoPi| Komunitas Kali Bersih Magelang mengadakan upacara untuk memperingati HUT RI ke 72 di Saluran Sungai Manggis Dusun Banyakaan.

Yohanes Jo bertindak sebagai komandan upacara dan Petrus Widiyatno sebagai inspektur upacara. Upacara berlangsung hikmat dan terasa begitu sakral ketika Indonesia Raya berkumandang ditingkahi alunan biola yang dimainkan oleh bapak Sudiro warga Kliwonan Kota Magelang. Dalam sambutannya Petrus menyampaikan tema Memerdekakan Sungai dari Sampah.

Upacara di atas sungai itu dikuti oeh puluhan warga sekitar dan berbagai usia serta jenis kelamin. Mereka bahkan dengan antusias masuk ke dalam sungai tempat upacara.

Sementara itu, Andri Topo Sanjoyo, seorang seniman Magelang membacakan sebuah puisi yang bercerita tentang ratapan alam yang terluka oleh sampah dan gedung gedung megah yang menggusur area persawahan.

Acara ini dilaksanankan sebagai lanjutan dari acara Baksos 23 Juli 2017, sebagai ucapan terimakasih,dan penguatan kesadaran barisan petani dan warga Banyakaan untuk tetap menjaga kebersihan sungai.

Usai upacara, masyarakat berbaur di pinggir sungai untuk makan bersama dengan menu kluban sebagai rasa syukur.
Acara kemudian dlanjutkan dengan mengarak monumen sampah bebrbentuk bola dunia yang dipajang di samping gapura Dusun Banyakan. Monumen itu untuk mengingatkan bahwa dunia saat ini telah terancam dengan sampah yang membahayakan kehidupan manusia. Di akhir acara, masyarakat mendapat suguhan musik Jodhokemil.

back to top