Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Komunitas Badut Jogja meraup berkah di Nol KM

Komunitas Badut Jogja meraup berkah di Nol KM

Jogjakarta-KoPi| Menjelang sore suasana di Nol Kilometer semakin ramai pengunjung. Ada yang sekedar lewat, nongkrong atau pun sibuk berfoto selfi. Keramaian pengunjung tersebut membawa berkah tersendiri bagi komunitas badut Jogja. Badut-badut berkostum unik ini berjejer di trotoar Nol Kilometer. Ada yang berkostum Marsha, Doraemon, Mickey Mouse, dan lain-lain.

Gaya khas dan lucu badut-badut ini menarik pengunjung untuk berfoto selfi ria. Salah satu badut berkostum transformer, Rahmat (34) menjelaskan bahwa ia mendapatkan keuntungan dari profesi tersebut. Profesi yang memanfaatkan titik keramaian Jogja di Nol Kilometer itu bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Rahmat tidak sendirian bekerja selain dia ada 12 karakter lain. Ke 12 karakter termasul rekan komunitas badut. Mereka biasa berdiri dari pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam. Khusus hari Sabtu dan Minggu bisa pukul 08.00 WIB. Rahmat menambahkan menikmati profesinya sebagai badut. Meskipun harus berdiri berjam-jam.

"Capek kalau berdiri, tapi kita istirahat kalau Dhuhur dan Maghrib. Kita juga makan tapi pas ga ada orang lewat," papar Rahmat disela kerjanya, Jumat tanggal 6 Februari 2016.

Hal senada juga diungkapkan oleh rekannya, Dirwan Malau. Laki-laki asal Medan ini menjadi karakter Bobo Boy. Dirwan mengungkapkan pendapatan sehari kisaran Rp 60 ribu. Sementara hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai Rp 100 ribu.

"Alhamdulilah hari libur bisa Rp 200 ribu. Kalau hari biasa sekitar Rp 60 ribu, mereka ngasih kan seikhlasnya," jelas Dirwan.

Jenis kostum

badut1

Saat ini komunitas badut memiliki 12 karakter tokoh kartun dan robot. Karakter tersebut terinspirasi dari tokoh film luar negeri dan lokal.

"Ini ada 12 karakter, tapi pada belum datang semua ini. Yang lokal ada Si Buta dari Goa Hantu, Wiro Sableng juga," kata Dirwan.

Dirwan menambahkan untuk harga kostum setiap karakter berbeda-beda. Kostum tokoh kartun berkisar Rp 1-2 juta. Sedangkan kostum robot seperti Iron Man dan Transformer sekitar Rp 3 juta.

"Harga kostum tergantung tingkat kesulitannya. Tokoh robot itu lekuk-lekuknya kan susah. Bikinnya dari awal. Beda kalau model jahitan yang kartun," tutur Dirwan.

Mereka memesan kostum dari Home Industri di Surabaya. Dengan konsep desain dari mereka sendiri. Sementara ke depan komunitas berniat membuat katakter tokoh Ultraman

"Ke depan pengen nambah karakter Ultraman. Sekarang kan muncul film ultraman di televisi," pungkas Dirwan.

back to top