Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Komplotan pembobol ATM tertangkap di Sleman

Komplotan pembobol ATM tertangkap di Sleman

Jogja-KoPi| Polisi Sektor Ngaglik menangkap 4 kawanan pembobol ATM lintas daerah. Pelaku menggunakan lidi dan tusuk gigi saat menjalankan aksi. Keempat kawanan tersebut biasa mengincar mesin ATM di perbelanjaan.

Modus pembobolan dilakukan dengan berpura-pura membantu orang yang kesulitan mengambil uang. Sebelumnya, para pelaku telah mempersiapkan jebakan di mesin ATM dengan mengganjal mesin agar macet.

Kepala polisi sektor Ngaglik, Danang Kuntadi, menjelaskan 4 komplotan pembobol bank tersebut memiliki peran yang berbeda saat menjalankan aksinya.

"4 tersangka ini memiliki peran masing-masing, ada yang membantu korban, ada yang mengambil ATM asli lalu menukar dengan ATM yang sudah disiapkan,ada yang berusaha melihat PIN,dan ada yang mencairkan," jelasnya di kantor Polsek Ngaglik,Kamis (2/3).

4 kawanan pembobolan tersebut berinisial P, Eri, JM, dan RC. Keempatnya berasal dari luar kota Yogyakarta. Aksi mereka terlacak saat laporan pembobolan ATM masuk ke Polsek Ngaglik di salah satu ATM Indomaret di Prujakan, Sinduarjo, Ngaglik Sleman pada tanggal 23 Januari 2017. Mereka mengaku sudah beraksi di dua TKP di Sleman.

Danang melihat keempat pelaku pembobolan terfokus pada mesin ATM yang terdapat di perbelanjaan seperti Indomaret, Alfa Maret atau yang menyediakan mesin ATM.

Danang juga menambahkan bahwa keempat pelaku sudah melakukan pembobolan ini di banyak daerah sejak tahun 2015.

"Karena di sini pelaku dapat leluasa dan mengawasi saat melaksanakan aksi pembobolan, kedua pelaku ini melakukan aksi dengan lintas provinsi, mereka setelah membobol satu daerah semisal Purwokerto, mereka akan bergerak untuk berpindah ke wilayah lain," katanya.

Tersangka inisial P bersama komplotannya menggunakan mobil datang ke salah satu Indomaret atau perbelanjaan yang menyediakan ATM.

Setelah ada laporan masuk, Danang dan kepolisian melakukan penyelidikan teknis, seperti melacak Ponsel sampai merunut kejadian dan berhasil melakukan identifikasi keempat tersangka pada tanggal 16 Februari.

Selanjutnya kepolisian sektor Ngaglik melakukan penangkapan pada tanggal yang sama bertempat di Pakem, Sleman. Keempat pelaku terkena pasal 363 dan terancam hukuman 7 tahun penjara. Para pelaku ini sudah mendapatkan lebih dari 50 juta.

"TKP pertama kebobolan 40 juta lebih, TKP kedua kebobolan 16 juta" jelasnya.

Danang Kuntadi menghimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan PIN sembarangan. Meskipun yang meminta PIN tersebut adalah orang yang mengaku dari pegawai bank.

"Masyarakat kita himbau untuk tidak memberikan PINnya sembarangan, bank sendiri tidak akan menanyakan terkait PIN ATM kita," pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top