Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas minta Pemerintah penuhi hak mobilitas difabel

Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas minta Pemerintah penuhi hak mobilitas difabel

Jogja-KoPi| Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas DIY meminta Pemerintah memenuhi hak mobilitas difabel dengan meberikan kemudahan aturan dan layanan bagi pengendara difabel.

 

Kemudahan aturan dan layanan bagi pengendara difabel merupakan salah satu hak yang harus dipenuhi untuk menunjang mobilitas difabel. Namun, hingga saat ini mobilitas penyandang disabilitas atau difabel masih dibatasi ruang geraknya dengan aturan dan layanan yang tidak aksesibel.

Wahyu Triwibowo, anggota Edukasi difabel dalam Forum Group Dicussion (FGD) yang diadakan oleh Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas bersama Dirlantas Polda DIY dan Dinas perhubungan bertempat di Ruang Yudistira Balaikota Yogyakarta, Senin(10/4), mengatakan bahwa seharusnya difabel mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh kebebasan mobilitas atau ruang gerak di muka umum dan di jalan raya tanpa dibatasi aturan dan layanan yang tidak aksesibel.

“Kami seharusnya mendapatkan hak yang sama dalam mobilitas, tapi kami disulitkan dengan aturan dan layanan yang tidak aksesibel, seperti sulitnya mendapatkan SIM khusus Difabel. Ujian teori dan pengunguman semuanya menggunakan suara, dan itu menyulitkan difabel”, jelasnya.

Wahyu berharap agar pembuatan SIM dipermudah. Selain itu ia juga berharap agar pengendara difabel diberi stiker khusus yang menunujukkan mereka penyandang disabilitas. Tidak hanya itu, dia juga berharap agar kenderaan khusus yang dimodifikasi bagi difabel agar segera terealisasi dan dapat lolos uji kelayakan di Dinas Perhubungan.

Menanggapi hal tersebut, AKBP Tb.M Faisal R, Dirlantas Polda DIY, akan meneruskan permasalah SIM tersebut kepada atasannya.

“Permasalahan pada ujian teori ini akan kita sampaikan ke atasan, harapannya dari Forum diskusi ini bisa diterima masukkannya,”kata Faisal.

Sementara itu Rizky Budi Utomo, Kepala BidangTransportasi Darat dan Perkotaan, Dinas Perhubugan DIY, menyampaikan sampai saat ini belum ada masukkan rencana kenderaan khusus difabel yang ditunjukkan ke Dinas Perhubungan. Ia juga meminta agar segala masukan ini dapat dibicarakan lebih lanjut sehingga dapat dibawa Ke Kementrian Perhubungan pusat.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top