Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

Kemensos berikan dana bantuan 1,8 Milyar untuk korban bencana di DIY

Kemensos berikan dana bantuan 1,8 Milyar untuk korban bencana di DIY

Bantul-KoPi|Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia gelontorkan dana bantuan sebesar 1,8 Milyar kepada korban bencana banjir dan longsor dampak dari siklon Cempaka di DIY.

Penyerahan dana bantuan ini diberikan langsung oleh Mensos,Khofifah Indar Parawansa ditengah-tengah kunjungannya ke lokasi warga terdampak bencana di Balai Desa Kebonagung,Kecamatan Imogiri,Kabupaten Bantul, Sabtu (2/12). Mensos menyebutkan jumlah dana ini belum pasti dan dana akan ditambah usai situasi tanggap darurat.

"Hari ini baru 1,8 milyar, kita akan menunggu pengajuan jaminan hidup (Jadup) bagi yang rumahnya rusak untuk ditambahkan dana lagi,"ujarnya saat ditemui di Lokasi.

Rincian angka dana bantuan tersebut berjumlah total 1.884.207.776 untuk semua wilayah DIY. Rincian dana pertama, untuk keperluan uang santunan korban meninggal dunia total sebelas (11)Jiwa dengan jumlah total dana 165 Juta.Kedua,untuk Santunan Korban Luka empat (4) jiwa dengan 10 Juta.

Ketiga, untuk Paket Sembako Ahli waris dan korban luka 2 juta. Keempat, untuk Logistik sebesar 633.221.976. Terakhir, untuk Peralatan Kebersihan Lingkungan total 1.073.985.800 rupiah.

Sementara rincian dana bantuan wilayah Bantul berjumlah total 438.469.938. Santunan korban meninggal yaitu tiga (3) jiwa 45 Juta, Paket sembako 600.000 ,Logistik 168.259.738, peralatan kebersihan lingkungan 224.640.200.

"Kami terfokus pada santunan kematian 15 juta per ahli waris, kalau luka ringan sampai berat maksimal 5 juta,"tambahnya.

Khofifah memaparkan mayoritas dana ini memang digunakan sesuai kerja kluster Kemensos dalam Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Bencana (Ranpb),yaitu pada bidang pengungsian, Layanan Dukungan dan Logistik.

Hal itu dilakukan sesuai dengan SOP dan Regulasi Kemensos demi menghindari kesalahpahaman dalam penggunaan anggaran yang ada.

"SOP dan regulasi itu menjadi referensi kami. insyallah,semuanya akan bisa memahami, dan semoga ini dapat menghindari segala dispute dalam penggunaan anggaran yang ada,"imbuhnya.

Kembali ke dana bantuan, Mensos pun juga menekankan kepada Bupati setempat agar segera memvalidasi segera data rumah rusak berat diwilayahnya. Tujuannya agar Kemensos bisa membagikan dana sharing Kemensos kepada rumah warga terdampak. Waktunya pun diharapkan selesai sebelum masa tanggap darurat yaitu 14 hari.

"Biasanya setelah tanggap darurat, barulah bisa dicairkan dari SK bupati. Satu rumah yang hilang itu bisa mendapatkan bantuan 25 juta, dan bagi rumah yang mengalami rusak berat ,setiap anggota keluarga mendapatkan dana 900 ribu per orangnya. Kami mohon kepada bupati untuk mengupdate data validasi dan membuat SKnya," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top