Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Kemensos berikan dana bantuan 1,8 Milyar untuk korban bencana di DIY

Kemensos berikan dana bantuan 1,8 Milyar untuk korban bencana di DIY

Bantul-KoPi|Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia gelontorkan dana bantuan sebesar 1,8 Milyar kepada korban bencana banjir dan longsor dampak dari siklon Cempaka di DIY.

Penyerahan dana bantuan ini diberikan langsung oleh Mensos,Khofifah Indar Parawansa ditengah-tengah kunjungannya ke lokasi warga terdampak bencana di Balai Desa Kebonagung,Kecamatan Imogiri,Kabupaten Bantul, Sabtu (2/12). Mensos menyebutkan jumlah dana ini belum pasti dan dana akan ditambah usai situasi tanggap darurat.

"Hari ini baru 1,8 milyar, kita akan menunggu pengajuan jaminan hidup (Jadup) bagi yang rumahnya rusak untuk ditambahkan dana lagi,"ujarnya saat ditemui di Lokasi.

Rincian angka dana bantuan tersebut berjumlah total 1.884.207.776 untuk semua wilayah DIY. Rincian dana pertama, untuk keperluan uang santunan korban meninggal dunia total sebelas (11)Jiwa dengan jumlah total dana 165 Juta.Kedua,untuk Santunan Korban Luka empat (4) jiwa dengan 10 Juta.

Ketiga, untuk Paket Sembako Ahli waris dan korban luka 2 juta. Keempat, untuk Logistik sebesar 633.221.976. Terakhir, untuk Peralatan Kebersihan Lingkungan total 1.073.985.800 rupiah.

Sementara rincian dana bantuan wilayah Bantul berjumlah total 438.469.938. Santunan korban meninggal yaitu tiga (3) jiwa 45 Juta, Paket sembako 600.000 ,Logistik 168.259.738, peralatan kebersihan lingkungan 224.640.200.

"Kami terfokus pada santunan kematian 15 juta per ahli waris, kalau luka ringan sampai berat maksimal 5 juta,"tambahnya.

Khofifah memaparkan mayoritas dana ini memang digunakan sesuai kerja kluster Kemensos dalam Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Bencana (Ranpb),yaitu pada bidang pengungsian, Layanan Dukungan dan Logistik.

Hal itu dilakukan sesuai dengan SOP dan Regulasi Kemensos demi menghindari kesalahpahaman dalam penggunaan anggaran yang ada.

"SOP dan regulasi itu menjadi referensi kami. insyallah,semuanya akan bisa memahami, dan semoga ini dapat menghindari segala dispute dalam penggunaan anggaran yang ada,"imbuhnya.

Kembali ke dana bantuan, Mensos pun juga menekankan kepada Bupati setempat agar segera memvalidasi segera data rumah rusak berat diwilayahnya. Tujuannya agar Kemensos bisa membagikan dana sharing Kemensos kepada rumah warga terdampak. Waktunya pun diharapkan selesai sebelum masa tanggap darurat yaitu 14 hari.

"Biasanya setelah tanggap darurat, barulah bisa dicairkan dari SK bupati. Satu rumah yang hilang itu bisa mendapatkan bantuan 25 juta, dan bagi rumah yang mengalami rusak berat ,setiap anggota keluarga mendapatkan dana 900 ribu per orangnya. Kami mohon kepada bupati untuk mengupdate data validasi dan membuat SKnya," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top