Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kemelut pendidikan di Yogyakarta segera selesai

Kemelut pendidikan di Yogyakarta segera selesai

Jogja-KoPi|Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY mengembalikan aktivitas pembelajaran sekolah Bhineka Tunggal Ika ke gedung sekolah.

Sebelumnya sebanyak 42 siswa SD dan SMP Bhineka tunggal bersama guru mereka terpaksa mengungsi ke Ndalem Notoprajan pasca polemik antara Yayasan dengan sekolah minggu lalu. Selama lima hari kegiatan pembelajaran siswa dan Guru sekolah Bhineka berlangsung di pendopo kediaman kerabat Sultan,Romo Atun.

"Penyelesaiannya adalah murid dan guru dapat kembali belajar di gedung sekolah sementara perbedaan pendapat akan diselesaikan secara internal. Kami memberikan jaminan agar siswa mendapatkan kembali haknya belajar di sekolah dengan cara pemantauan yang berulang dari dinas,"ujar kepala dinas pendidikan pemkot Yogyakarta,Heri Susana saat ditemui disekolah Bhineka Tunggal Ika,Senin (24/7).

Meski aktivitas pembelajaran antara guru dan murid kembali normal, permasalahan antara yayasan dengan sekolah masih belum berakhir. Penyelesaian masalah pengganjian,administrasi,jabatan guru ,masalah pemecatan guru sekolah sampai saat ini belum menemukan titik terangnya.

Wakil Walikota Yogyakarta,Heroe Poerwadi mengatakan akan memfasilitasi pertemuan lanjutan antara yayasan,guru dan orang tua murid. Ia menuturkan masalah internal sekolah tidak boleh sampai mengganggu proses belajar siswa.

"Kita semua sepakat pada perbedaan pendapat yang muncul akan diselesaikan tanpa mengganggu proses belajar,"kata Heroe.

Kepala Ombudsman, Budi Masthuri melanjutkan akan terus memantau tindak lanjut dinas pendidikan pada aspek layanan pendidikan. Ia juga sudah memastikan bahwa Yayasan berkomitmen tidak akan memberhentikan guru dan kepala sekolah setelah konsolidasi hari imi

Budi menyampaikan kekhawatiran utama dari ORI sendiri adalah layanan pendidikan pada siswa. Mengenai masalah mediasi,pihaknya menyerahkan agenda tersebut ke dinas pendidikan. ORI akan terus memantau perkembangan sekolah bhineka tunggal ika setelah siswa kembali belajar.

"Menjadi concern kami adalah layanan pendidikan terhadap anak-anak yang terimbas dalam masalah ini, maka hari ini kami memastikan siswa kembali ke sekolah dan tidak takut untuk belajar,nyaman dan bergembira. Masalah mediasi itu diranahnya Dinas pendidikan,"ucap Budi.

Sementara itu, salah satu pembina Yayasan Bhineka Tunggal Ika,Mustofa mengungkapkan masalah utama di sekolah bhineka tunggal ika berupa murid yang berjumlah sedikit dan penggantian 1 pengurus harian sekolah.

Ia menjelaskan bahwa yayasan hanya akan menggantikan satu pengurus tersebut dan tidak memecat guru-guru. Pengurus baru pun diharapkan dapat menambah siswa sekolah bhineka tunggal ika.

"Kita hanya mengganti manajament operasionalnya karena sudah 7 tahun menjabat normalnya hanya 4 tahun. Itu hanya satu orang saja.Harapannya manajer yang baru bisa menambah murid,

Terlepas dari pengembalian murid ke Sekolah, Yayasan dan pihak sekolah belum memberikan kapan melanjutkan mediasi. Sampai saat ini yayasan belum memberikan ruang jawab terkait dengan kepengurusan gaji Guru dan administrasi sekolah.

"Sekolah sudah sepakat dengan wali murid, pengganjian itu lewat orang tua bukan yayasan,itu yang kita minta. Selama ini penggajian diberikan lewat yayasan,"pungkas kepala SD Sekolah Bhineka Tunggal Ika,Retyas Budi Indarwanto.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top