Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kejari Karanganyar musnahkan tv rakitan milik rakyat kecil kreatif

Kejari Karanganyar musnahkan tv rakitan milik rakyat kecil kreatif

Karanganyar-KoPi| Kejaksaan Negeri Karanganyar memusnahkan 116 teleivisi rakitakan milik Muhammad Kusrin (42). Teleivisi rakitan tersebut berukuran 14 dan 17 inchi. Kejaksaan memusnakan dengan alasan Kusrin tidak memiliki izin lengkap.

Kusrin dinyatakan melanggar pasal 120 (1) jo pasal 53 (1) huruf b UU RI no 3/2014 tentang Perindustrian dan Permendagri No 17/M-IND/PER/2012, Perubahan Permendagri No 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Terhadap Tiga Industri Elektronika Secara Wajib.

Muhammad Kusrin, warga kecil lulusan SD ini tergolong orang yang terampil dan kreatif. Sepanjang tahun ini ia memproduksi TV dengan menggunakan tabung komputer bekas.

Banyak masyarakat mengeluhkan mengapa pemerintah tiudak memberikan tempat bagi rakyat kecil berkembang dengan usaha dan kreatifitasnya.

"Ini negara seperti berdiri untuk melindungi pengusaha, tapi menindas rakyatnya. Seperti tidak rela kalau rakyat kecil makmur," kata Hadi, salah satu warga Karangyanyar.

Sementara itu Teguh Subroto mengatakan pada wartawan kasus ini tergolong unik karena Kusrin membeli tabung komputer tak terpakai dan kemudian dirakit menjadi telivisi. |Hermawan|

back to top