Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Kejari Karanganyar musnahkan tv rakitan milik rakyat kecil kreatif

Kejari Karanganyar musnahkan tv rakitan milik rakyat kecil kreatif

Karanganyar-KoPi| Kejaksaan Negeri Karanganyar memusnahkan 116 teleivisi rakitakan milik Muhammad Kusrin (42). Teleivisi rakitan tersebut berukuran 14 dan 17 inchi. Kejaksaan memusnakan dengan alasan Kusrin tidak memiliki izin lengkap.

Kusrin dinyatakan melanggar pasal 120 (1) jo pasal 53 (1) huruf b UU RI no 3/2014 tentang Perindustrian dan Permendagri No 17/M-IND/PER/2012, Perubahan Permendagri No 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Terhadap Tiga Industri Elektronika Secara Wajib.

Muhammad Kusrin, warga kecil lulusan SD ini tergolong orang yang terampil dan kreatif. Sepanjang tahun ini ia memproduksi TV dengan menggunakan tabung komputer bekas.

Banyak masyarakat mengeluhkan mengapa pemerintah tiudak memberikan tempat bagi rakyat kecil berkembang dengan usaha dan kreatifitasnya.

"Ini negara seperti berdiri untuk melindungi pengusaha, tapi menindas rakyatnya. Seperti tidak rela kalau rakyat kecil makmur," kata Hadi, salah satu warga Karangyanyar.

Sementara itu Teguh Subroto mengatakan pada wartawan kasus ini tergolong unik karena Kusrin membeli tabung komputer tak terpakai dan kemudian dirakit menjadi telivisi. |Hermawan|

back to top