Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Sleman-KoPi| Komandan satuan Polisi militer (Dansatpom) Lapangan Udara (Lanud) Adi Sutjipto, Agus Suhandi memastikan keamanan di Bandara sudah sangat ketat khususnya untuk pencegahan masuknya barang berbahaya seperti Bom,Senjata Api, ataupun Narkoba.

Hal ini merespon pasca gemparnya kejadian di bandara Pontianak dimana salah satu penumpang penerbangan lion air berkelakar membawa Bom. Kejadian pun sempat mempertanyakan bagaimana pengamanan di Bandara terkait adanya barang berbahaya yang masuk.

Agus pun menerangkan pengamanan di Lanud Adi Sutjipto sendiri sudah ketat dari sejak kendaraan bermotor masuk ke wilayah bandara. Sehingga jika ada pergerakkan dimana teroris atau bom masuk, maka Satpom sudah dapat melacak secara cepat. 

"Kalau di Adi itu dari sekarang, motor itu di sortir tidak bisa masuk ke terminal A dan Terminal B. Kita cek pula Isi sepeda motornya. Sementara pengamanan mobil itu dan barang bawaan itu juga berlapis-lapis. Dari masuk sudah extra pengamanan. Sekarang saat masuk ke Adi itu kita sudah ada body scanner, jadi kalau masuk ke dalam apa yang didalam body (tubuh) sudah tergambar, "ujar Agus saat ditemui di Polda DIY, ditulis Kamis (31/5).

Tak hanya pengamanan saat kendaraan masuk, Dansatpom juga menerjunkan anjing pelacak yang berjumlah 29 ekor untuk memperketat keamanan. Setiap dua jam sekali, anjing-anjing ini digilir untuk menyeleksi kendaraan yang masuk ke bandara. 

Agus juga menambahkan, ke 29 anjing ini mempunyai dua kualifikasi saat menyeleksi. Dua kualifikasi nya adalah pelacakan narkoba dan pelacakan Bom. 

"Bukan hanya bom, Anjing-anjing ini juga dilatih di bagian mesiu dan fusenya," tambah Agus.

Mengenai kejadian di Bandara Pontianak, Agus pun menimpali memang ancaman hukuman penumpang berbohong cukup berat. Ancamannya hukuman berupa pidana penjara dari 1 hingga 5 tahun maksimal. 

"Kalau ancaman hukuman bagi penumpang yang bohong memang seperti itu. Jadi ya harus hati-hati,"tandas Agus

back to top