Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Kasus pencemaran nama baik Klinik Hewan Naroopet dilimpahkan ke pengadilan

Kasus pencemaran nama baik Klinik Hewan Naroopet dilimpahkan ke pengadilan

KoPi-Jogja| Kejaksaan Tinggi DIY akan limpahkan kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran UU IT No 45 oleh Fatkhur Rohman ke Pengadilan Negeri Sleman, Selasa (7/2).

Kepala Seksi Penerangan Umum Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kusuma J Bulo menerangkan bahwa kasus Fatkhur Rohman akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sleman. Namun, hingga saat ini berkas administrasinya masih dibuat oleh bidang visum.

"Nanti kalau sudah lengkap akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan sesuai dakwaan," tambahnya.

Fatkhur Rohman sendiri saat ini telah menjadi tersangka sementara dari kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran UU IT pasal 45.

Pasal ini menyatakan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diakses informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan, dan atau pencemaran nama baik.

Menurut Kusuma J. Bulo, Fatkhur Rohman dapat dikenakan ancaman penjara 4 tahun. "Namun karena hukum normatifnya yang di bawah 5 tahun, maka Fatkhur rencana tidak ditangkap," jelasnya.

Sedangkan Lembaga Bantuan Hukum Jogja, yang diwakili oleh Yogi Zulfadli, kuasa hukum Fatkhur juga meminta dan berharap agar Kejaksaan tidak menahan Fatkhur Rohman.

"Kami meminta kejaksaan tinggi untuk tidak menahan Fatkhur, karena ancaman dari pasal yang menjerat Fatkhur adalah 4 tahun. Tidak ada alasan untuk menahan," jelasnya.

Fatkhur sendiri berharap agar Kejaksaan tidak menahan dirinya.

"Saya berharap saya tidak ditahan oleh Kejaksaan," ujarnya dengan wajah pasrah.

Kasus pencemaran

Sebelumnya Fatkhur Rohman menuliskan kekecewaannya terhadap Klinik Hewan Naroopet yang beralamat di Jalan Solo Km 10,5 Kalasan, Sleman melalui akun Facebook. Ia juga memposting foto kucingnya si Boy yang tengah dirawat Laili Choiriyah dan Sri Dewi Syamsuri. Fakhtur kecewa karena kucing kesayangannya meninggal.

Status itu kemudian dilaporkan oleh Sri Dewi Syamsuri sebagai pencemaran nama baik ke Polda DIY pada 24 Februari 2016.

Dalam statusnya di Facebook, Fatkhur menulis:

#kembali_mengingat_tragedi_si_Boy Ini slah 1 bukti kalo yang nanganin kucingku ternyata bukan dokter. Hanya orang gila yg sok2an berlagak pinter. Bagi pendukung tu klinik, kalian sama aj, sampaaaah... Berpendidikan tetapi ternyata, Nool...Bego kabeeeh. Apapun yg ak posting dulu berdasarkan fakta Bukan mencemarkan nama baik atau mencari sensasi/pencitraan semata."

back to top