Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Kasus demam berdarah di DIY menurun

Kasus demam berdarah di DIY menurun

Sleman-KoPi|Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan DIY, Trisno Agung Wibowo menjelaskan angka kasus Demam berdarah (DB) Dengue pada tahun 2017 menurun.

Ia menuturkan terhitung dari awal tahun sampai Mei kemarin, Dinas Kesehatan menemukan kasus DB sebanyak 1134. Angka ini menurutnya menunjukkan penurunan yang cukup banyak pada kasus DB dibandingkan tahun- tahun sebelumnya.

"Angka kasus DBD tahun ini cenderung mengalami penurunan, pada tahun lalu jumlah kasus DBD berjumlah sampai 6318 kasus,"ungkap Agung saat Jumpa pers bersama EDP di UGM,Jumat (16/6).

Penurunan ini juga didkukung dengan perbandingan hitungan kasus pada tiap bulan di kedua tahun tersebut. Agung memaparkan pada bulan April tahun 2016, kasus DB berjumlah 444 kasus dan pada bulan yang sama tahun 2017, vkasus DB menurun sampai 332 kasus.

Sementara itu,ia mengatakan wilayah dengan jumlah kasus terbanyak DBD tahun ini masih sama seperti tahun lalu dengan dengan urutan peringkat satu wilayah Bantul, diikuti Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul dan wilayah Kulonprogo dengan kasus DB paling sedikit.

Agung sendiri melihat penurunan kasus ini karena wilayah Yogyakarta masuk kedalam wilayah endemis . Ia juga menambahkan DB sendiri memiliki kecenderungan meningkat dalam periode lima tahunan, dan mengikuti perubahan iklim.

"Kasus DBD DIY dikatakan bersifat endemis dan akan selaku ditemukan sepanjang waktu.Kasus nya mengikuti tren lima tahunan ,mudah-mudahan akhir tahun ini angka ini menunjukkan penurunan,"terangnya.

Meski angka kasus DBD ini menunjukkan penurunan,namun ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada karena hitungan ini baru memasuki lima bulan. Ia juga meminta kepada masyarakat agar laporkan dan obati segera jika ada temuan penyakit DB di daerah mereka.

"Yang terpenting jika ada orang sakit karena DB jangan sampai mereka meninggal,itu prinsip penanggulangan,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top