Menu
Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor SAR Yogyakarta

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor …

YOGYAKARTA - Senin (14/08...

Penyadang disabilitas merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah

Penyadang disabilitas merasa diperl…

Sleman-KoPi| Organisasi P...

Organisasi Penyandang Difabel ajak masyarakat kawal PP penyandang Difabel

Organisasi Penyandang Difabel ajak …

Sleman-KoPi| Organisasi P...

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan Madrasah Diniyah dari Full Day School

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan M…

Sleman-KoPi|Koalisi Masya...

Paket umrah 15-17 juta berpotensi tipu calon jemaah

Paket umrah 15-17 juta berpotensi t…

Jogja-KoPi|Kepala Kanwil ...

Prev Next

Kasus demam berdarah di DIY menurun

Kasus demam berdarah di DIY menurun

Sleman-KoPi|Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan DIY, Trisno Agung Wibowo menjelaskan angka kasus Demam berdarah (DB) Dengue pada tahun 2017 menurun.

Ia menuturkan terhitung dari awal tahun sampai Mei kemarin, Dinas Kesehatan menemukan kasus DB sebanyak 1134. Angka ini menurutnya menunjukkan penurunan yang cukup banyak pada kasus DB dibandingkan tahun- tahun sebelumnya.

"Angka kasus DBD tahun ini cenderung mengalami penurunan, pada tahun lalu jumlah kasus DBD berjumlah sampai 6318 kasus,"ungkap Agung saat Jumpa pers bersama EDP di UGM,Jumat (16/6).

Penurunan ini juga didkukung dengan perbandingan hitungan kasus pada tiap bulan di kedua tahun tersebut. Agung memaparkan pada bulan April tahun 2016, kasus DB berjumlah 444 kasus dan pada bulan yang sama tahun 2017, vkasus DB menurun sampai 332 kasus.

Sementara itu,ia mengatakan wilayah dengan jumlah kasus terbanyak DBD tahun ini masih sama seperti tahun lalu dengan dengan urutan peringkat satu wilayah Bantul, diikuti Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul dan wilayah Kulonprogo dengan kasus DB paling sedikit.

Agung sendiri melihat penurunan kasus ini karena wilayah Yogyakarta masuk kedalam wilayah endemis . Ia juga menambahkan DB sendiri memiliki kecenderungan meningkat dalam periode lima tahunan, dan mengikuti perubahan iklim.

"Kasus DBD DIY dikatakan bersifat endemis dan akan selaku ditemukan sepanjang waktu.Kasus nya mengikuti tren lima tahunan ,mudah-mudahan akhir tahun ini angka ini menunjukkan penurunan,"terangnya.

Meski angka kasus DBD ini menunjukkan penurunan,namun ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada karena hitungan ini baru memasuki lima bulan. Ia juga meminta kepada masyarakat agar laporkan dan obati segera jika ada temuan penyakit DB di daerah mereka.

"Yang terpenting jika ada orang sakit karena DB jangan sampai mereka meninggal,itu prinsip penanggulangan,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top