Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Kasus demam berdarah di DIY menurun

Kasus demam berdarah di DIY menurun

Sleman-KoPi|Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan DIY, Trisno Agung Wibowo menjelaskan angka kasus Demam berdarah (DB) Dengue pada tahun 2017 menurun.

Ia menuturkan terhitung dari awal tahun sampai Mei kemarin, Dinas Kesehatan menemukan kasus DB sebanyak 1134. Angka ini menurutnya menunjukkan penurunan yang cukup banyak pada kasus DB dibandingkan tahun- tahun sebelumnya.

"Angka kasus DBD tahun ini cenderung mengalami penurunan, pada tahun lalu jumlah kasus DBD berjumlah sampai 6318 kasus,"ungkap Agung saat Jumpa pers bersama EDP di UGM,Jumat (16/6).

Penurunan ini juga didkukung dengan perbandingan hitungan kasus pada tiap bulan di kedua tahun tersebut. Agung memaparkan pada bulan April tahun 2016, kasus DB berjumlah 444 kasus dan pada bulan yang sama tahun 2017, vkasus DB menurun sampai 332 kasus.

Sementara itu,ia mengatakan wilayah dengan jumlah kasus terbanyak DBD tahun ini masih sama seperti tahun lalu dengan dengan urutan peringkat satu wilayah Bantul, diikuti Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul dan wilayah Kulonprogo dengan kasus DB paling sedikit.

Agung sendiri melihat penurunan kasus ini karena wilayah Yogyakarta masuk kedalam wilayah endemis . Ia juga menambahkan DB sendiri memiliki kecenderungan meningkat dalam periode lima tahunan, dan mengikuti perubahan iklim.

"Kasus DBD DIY dikatakan bersifat endemis dan akan selaku ditemukan sepanjang waktu.Kasus nya mengikuti tren lima tahunan ,mudah-mudahan akhir tahun ini angka ini menunjukkan penurunan,"terangnya.

Meski angka kasus DBD ini menunjukkan penurunan,namun ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada karena hitungan ini baru memasuki lima bulan. Ia juga meminta kepada masyarakat agar laporkan dan obati segera jika ada temuan penyakit DB di daerah mereka.

"Yang terpenting jika ada orang sakit karena DB jangan sampai mereka meninggal,itu prinsip penanggulangan,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top