Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Kapolda DIY: Hukuman pelaku klithih tidak melihat usia bawah umur

Kapolda DIY: Hukuman pelaku klithih tidak melihat usia bawah umur

Jogja-KoPi|Kapolda DIY, Brigjen Ahmad Dofiri menegaskan semua pelaku tindak kriminal klitih baik yang berusia di bawah umur atau bukan akan diberikan ancaman pidana yang sama.


Semua tindakan kriminal yang mengarah pada kematian seseorang masuk dalam kategori kasus berat dan dikenai ancaman pidana dan perdata UU yang berlaku terlepas dari faktor usia.

"Karena ini masuk ke pembunuhan maka akan tetap diproses sesuai kasus pidana dan perdata yaang berlaku,kita akan tetap proses ditangkap dan ditahan dan diproses pengadilan,"tegas Ahmad Dofiri saat diwawancarai di Polresta DIY,Selasa (14/2).

Ahmad Dofiri menemukan beberapa kasus klitih sebelumnya pelaku yang dibawah umur diberi perintah oleh senior mereka dengan diberi jaminan mereka aman jika tertangkap polisi.

Para senior ini menduga para junior mereka akan didiversi atau dimaafkan jika tertangkap, namun Ahmad dofiri menepis semua itu. Ahmad Dofiri mengatakan kasus yang memiliki ancaman pidana lebih dari tujuh tahun akan diberi perlakuan yang sama dengan kasus lainnya.

"Beberapa kasus seperti ini, senior menyuruh adik kelasnya karena dipikir jika ditangkap poliisi akan didiversi atau didamaikan kalau di bawah 17 tahun, namun hukuman tetap sama walau dibawah 17 tahun,mereka pikir kalau masih muda tidak apa apa," jelasnya.

Ahmad Dofiri mengatakan dalam mengatasi kasus klitih ini perlu ada kerja sama yang sinergis dan cepat dari semua pihak. Kerja sama yang dimaksud adalah dari pihak sekolah, keluarga, masyarakat dan kepolisian.

Sementara Kapolresta Yogyakarta, Kombespol Tommy Wibisono S.I.K menegaskan bahwa ancaman hukuman harus diberikan setara dengan semua pelaku agar menimbulkan efek jera dan membersihkan Yogyakarta dari aksi klithih.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top