Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Kadisjarahad berikan ceramah pada Taruna-Taruni Akmil

Kadisjarahad berikan ceramah pada Taruna-Taruni Akmil

Magelang-KoPi| Kepala Dinas Sejarah TNI Angatan Darat (Kadisjarahad) Brigjen TNI Hadi Kusnan, S.Pd.I. tiba di Akademi Militer disambut Gubernur Akmil Mayjen TNI Hartomo. Mendampingi gubenur Wakil Gubernur Akmil serta para Pejabat Distribusi Akmil belum lama ini.

Kedatangan Kadisjarahad di Akademi Militer dalam rangka kunjungan kerja untuk memberikan ceramah kepada Taruna Taruni Akademi Militer. Ceramah yang diikuti oleh 457 orang Taruna dan Taruni Akademi Militer tingkat II dan III dilaksanakan di Gedung Lily Rochly Akademi Militer.

Dalam ceramahnya Kadisjarahad menyatakan senang bisa berada di Lembah Tidar dan dapat bertatap muka langsung dengan para Taruna Taruni Akademi Militer. Orang nomor satu di Disejarahad tersebut menyampaikan ceramah dengan tema “Pentingnya nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa dalam memantapkan jiwa juang bangsa Indonesia”.

“Dewasa ini perbincangan tentang merosotnya nilai-nilai juang masyarakat Indonesia mulai marak dan menjadi pembahasan nasional. Seiring perkembangan arus globalisasi yang melanda disemua negara banyak indikasi negatif yang muncul dan hadir ditengah-tengah kita bangsa Indonesia yang memerlukan perhatian khusus serta penanganan secara cepat dan tepat,” ungkap Brigjen TNI Hadi Kusnan, S.Pd.I.

Semangat kebangsaan yang diperjuangkan founding father dan diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta sepertinya dilupakan anak bangsa. Indikasinya jiwa juang bangsa Indonesia mengalami kerapuhan bahkan nyaris hilang, kepribadian merosot dan sepatutnya tidak boleh terjadi.

Zaman boleh berubah tetapi kepribadian Indonesia tidak boleh dimakan usia, selalu ada pada jiwa bangsa Indonesia, tidak lekang oleh hujan dan awan. Sebaliknya yang terjadi pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia baik pada tingkat lembaga tinggi negara sampai pada masyarakat yang tingkat kehidupannya rendah.

Mengalami terjadi perubahan perilaku dan perubahan sosial yang sangat signifikan terhadap jiwa juang yang semestinya berkiblat pada peristiwa sejarah bangsa Indonesia pada era pra nasional, kebangkitan bangsa Indonesia, mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan yang penuh dengan nilai historis.

Sejarah masa lalu para pahlawan bangsa Indonesia seperti Pangeran Diponegoro pada era pra nasional berjuang tanpa pamrih penuh pengorbanan dan sangat religius, semua yang dilakukan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara walaupun nyawa menjadi taruhannya. Pangeran Diponegoro adalah pahlawan Nasional dan semoga ada Diponegoro Diponegoro ke depan atau Panglima Besar Sudirman walaupun kondisi sakit tetap berjuang untuk kepentingan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dari contoh tauladan atas perjuangan pahlawan tersebut, maka dapat diambil nilai-nilai perjuangan yaitu Religius, Kemerdekaan, Tidak Mengenal Menyerah, Rela dan Iklas Berkorban, Senasib Sepenanggungan, Setia Kawan, Persatuan dan Kesatuan, Kemanusian, Nasionalis, Kepemimpinan, Demokrasi, Perdamaian, Kepentingan Bangsa diatas segala-galanya dan Patriotisme.

Diakhir ceramahnya, Kadisjarahad menegaskan kepada Taruna Taruni Akmil bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati dan sudah final, lakukan tugas atau karya bentuk apapun dengan baik dan sungguh-sungguh berarti kita telah mengisi kemerdekaan dan ikut mewujutkan cita-cita bangsa Indonesia menjadi negara yang kuat adil dan makmur.

back to top