Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jogja Geek Fair 2017 mengundang 5 perusahaan digital Internasional

Jogja Geek Fair 2017 mengundang 5 perusahaan digital Internasional

Sleman-KoPi|Pameran digital Jogja Geek Fair(JGF)2017 kembali hadir di Yogyakarta yang mengundang lima perusahaan digital Internasional berlokasi di Hartono Mall, Sabtu (6/5).

 

Acara yang pernah vakum selama tiga tahun ini digelar satu hari penuh, menampilkan rangkaian acara yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Akbar Faisal selaku Projek manager JGF mencoba lebih berani dengan mengundang perusahaan digital ternama dari skala Nasional dan internasional seperti Linkedln, Google, Alibaba, Telkom, Kudo, Rarali, Bank Indonesia (BI), Caption, Lemsaneg dan Salestock.

"Tahun ini kita mencoba berani, dulu kita hanya terfokus pada Jogja saja, sekarang kita mengundang perusahaan digital ternama internasional untuk memberikan talkshow pada JGF", katanya saat diwawancarai.

Faisal melanjutkan acara talkshow dilakukan selama empat hari dari pukul 09.00-22.00 WIB. Nantinya setiap narasumber akan membicarakan perusahaan masing-masing dan bagaimana mereka melihat kota Yogyakarta dalam pandangan perusahaan digital IT.

Selain lima perusahaan internasional JGF juga diikuti oleh 45 perusahaan digital baik lokal maupun nasional yang akan membuka lowongan pekerjaan dan memamerkan hasil pekerjaan perusahaan masing-masing kepada partisipans JGF.

"Tujuannya dari JGF sendiri yaitu sebagai wadah yang menghubungkan para pelaku bisnis start up, korporasi digital, komunitas digital, talenta programer dan desainer IT di Yogyakarta", lanjutnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu kota yang memiliki talenta IT terbanyak di Indonesia. Namun, talenta IT Yogyakarta cenderung kurang percaya diri untuk masuk ke perusahaan besar.

Oleh karenanya dia berharap dengan gelaran tahun ini, lewat talkshow dan pembukaan lowongan pekerjaan di gelaran acara, mereka dapat lebih percaya diri untuk masuk ke perusahaan besar baik itu asional ataupun internasional. Pihaknya juga berharap kedepannya partisipasi peserta JGF dapat meningkat setiap tahunnya.|Syidik Syaiful Ardli

back to top