Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Jogja Geek Fair 2017 mengundang 5 perusahaan digital Internasional

Jogja Geek Fair 2017 mengundang 5 perusahaan digital Internasional

Sleman-KoPi|Pameran digital Jogja Geek Fair(JGF)2017 kembali hadir di Yogyakarta yang mengundang lima perusahaan digital Internasional berlokasi di Hartono Mall, Sabtu (6/5).

 

Acara yang pernah vakum selama tiga tahun ini digelar satu hari penuh, menampilkan rangkaian acara yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Akbar Faisal selaku Projek manager JGF mencoba lebih berani dengan mengundang perusahaan digital ternama dari skala Nasional dan internasional seperti Linkedln, Google, Alibaba, Telkom, Kudo, Rarali, Bank Indonesia (BI), Caption, Lemsaneg dan Salestock.

"Tahun ini kita mencoba berani, dulu kita hanya terfokus pada Jogja saja, sekarang kita mengundang perusahaan digital ternama internasional untuk memberikan talkshow pada JGF", katanya saat diwawancarai.

Faisal melanjutkan acara talkshow dilakukan selama empat hari dari pukul 09.00-22.00 WIB. Nantinya setiap narasumber akan membicarakan perusahaan masing-masing dan bagaimana mereka melihat kota Yogyakarta dalam pandangan perusahaan digital IT.

Selain lima perusahaan internasional JGF juga diikuti oleh 45 perusahaan digital baik lokal maupun nasional yang akan membuka lowongan pekerjaan dan memamerkan hasil pekerjaan perusahaan masing-masing kepada partisipans JGF.

"Tujuannya dari JGF sendiri yaitu sebagai wadah yang menghubungkan para pelaku bisnis start up, korporasi digital, komunitas digital, talenta programer dan desainer IT di Yogyakarta", lanjutnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu kota yang memiliki talenta IT terbanyak di Indonesia. Namun, talenta IT Yogyakarta cenderung kurang percaya diri untuk masuk ke perusahaan besar.

Oleh karenanya dia berharap dengan gelaran tahun ini, lewat talkshow dan pembukaan lowongan pekerjaan di gelaran acara, mereka dapat lebih percaya diri untuk masuk ke perusahaan besar baik itu asional ataupun internasional. Pihaknya juga berharap kedepannya partisipasi peserta JGF dapat meningkat setiap tahunnya.|Syidik Syaiful Ardli

back to top