Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Jelang 2018 Pakde Karwo siapkan langkah ekonomi Jatim

Jelang 2018 Pakde Karwo siapkan langkah ekonomi Jatim
Surabaya-KoPi|Jelang tahun 2018, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo memaparan langkah-langkah prioritas Pemprov Jatim dalam mengungkit perekonomian Jatim.
 
Diantaranya  pembangunan di bidang infrastruktur, pertanian, sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan, dan melakukan efisiensi pembiayaan.
 
Hal tersebut disampaikan Pakde Karwo saat Rapat Kerja Gubernur dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah tentang Pembahasan Prioritas dan Fokus RAPBD 2018 dalam mendukung IKU 2018 di Ruang Pertemuan  Lantai 8 Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Senin (9/10).
 
Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim selalu diatas rata-rata nasional. Pada Semester I tahun 2017  pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,01. 
“Meskipun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan agar perekonomian Jatim terus meningkat,” ungkapnya.
Di bidang infrastruktur, Pemprov Jatim ingin mewujudkan semua wilayah terhubung oleh transportasi diantaranya pembangunan jalan tol dan jalan provinsi, pembangunan jalur ganda kereta api (double track), pengembangan dan pembangunan bandara dan pengembangan pelabuhan. 
“Apabila semua jalur transportasi terhubung, maka perekonomian Jatim akan meningkat dengan cepat. Secara tidak langsung tingkat kesejahteraan masyarakatnya ikut terungkit,” jelasnya.
Di bidang pertanian, Pemprov Jatim mengoptimalisasikan nilai tambah untuk budidaya pertanian diantaranya di sektor pertanian tanaman pangan dengan intensivikasi dan mekanisasi pertanian dari hulu ke hilir dan peningkatan indek pertanaman (IP) dari 1,86 menjadi 2,49 pada tahun 2018.  
Selanjutnya, di sektor perkebunan mengolah menjadi penepungan kakao sehingga memberikan nilai tambah 1.523 persen, pengolahan kopi arabikan menjadi penepungan kopi yang memberikan nilai tambah 183 persen.
 
Kemudian di sektor perikanan dengan budidaya udang Vanamei yang memberikan nilai tambah 656,03 persen dan budidaya ikan lele yang memberikan nilai tambah 93,57 persen.
Selanjutnya, Pemprov Jatim juga berupaya meningkatkan sumber daya manusia melalui dua cara yakni di sektor formal yaitu SMK menjadi filial fakultas di universitas. Di sektor non formal melalui SMK mini dan Balai latihan kerja.
Pakde Karwo juga tetap konsen terhadap penanggulangan kemiskinan dengan memasukkan kemiskinan menjadi program prioritas pada tahun 2018. Adapun  beberapa hal yang akan dilakukan yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin diantaranya melalui penanggulangan feminisasi kemiskinan. 
Kemudian mengurangi pengeluaran masyarakat miskin diantaranya melalui bantuan pangan beras dari Dinsos dan  melakukan sinergitas program penagggulangan kemiskinan antara pusat dan daerah. 
“Semua program penanggulangan kemiskinan dibiayai oleh anggaran APBD Prov. Jatim, dan share APBN,” ujarnya. (humaspemprovJatim/.tra)
 
 
 
back to top