Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Janji bank mempermudah akses modal UMKM tanpa jaminan dianggap kosong

Janji bank mempermudah akses modal UMKM tanpa jaminan dianggap kosong

Jogja-KoPi| Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Pertanian menekankan pentingnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi titik sentral kemajuan perkembangan ekonomi daerah dalam seminar Pembinaan UMKM (25/11).

Menurut data, Indonesia terdapat 90% pelaku usaha, sementara di Yogyakarta sendiri 94% lebih tinggi dan terbagi dari 14 kecamatan se-DIY.

Hal itu dibuktikan pemerintah dengan memberikan ruang pada pelaku UMKM, berupa tempat pemasaran serta pameran untuk mengenalkan usaha dan barang hasil produksinya agar dapat berkembang secara maksimal dan dikenal langsung oleh konsumen.

Sayangnya, Menurut Rio, salah seorang pengusaha batik, hal ini tidak dibarengi dengan adanya akses modal kepada para pengusaha kecil dengan mudah. Pemerintah kurang menjamin adanya modal.

Beda dengan Rio, Meika Hazim pemilik usaha Coklat nDalem, menyatakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Pertanian sering memberi modal secara cuma-cuma pada peserta untuk meneruskan usahanya menjadi lebih besar.

Sementara itu Biro Perbankan menjanjikan dalam seminar yang dihadiri oleh 280 peserta tersebut, bank akan mempermudah dalam pemberian pinjaman kepada nasabah UMKM melalui sistem KUR tanpa jaminan dengan bunga yang lebih ringan. Tetapi pernyataan itu dibantah Rio.

"Itu hanyalah gambaran luarnya saja dan hanya untuk popularitas, tapi kenyataannya pihak perbankan tetap meminta jaminan," tegas Rio.|Cucuk Armanto|Frenda Yentin|

back to top