Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Inilah kota yang sedang krisis identitas

Inilah kota yang sedang krisis identitas
'Kota Transit' yang ramai oleh kunjungan baik oleh pelancong dan pedagang. Masyarakat bisa menjalankan roda perekonomian melalui perdagangan baik kuliner, cindera mata dan jasa transportasi. Itulah Kota Banjar, kota yang berbatasan dengan Cilacap dan Ciamis. Sayang sekali julukan Kota Transit sudah menghilang sejak dua dekade terakhir. Mengapa?

Kota Banjar - KoPi |Keuntungan sebagai Kota Transit bagi Kota Banjar tentu saja berkaitan dengan pertumbuhan sektor pariwisata. Hal ini berarti mendorong penguatan industri ekonomi kreatif. Akan tetapi, sayang sekali Kota Banjar sudah kehilangan itu semua. Mungkin masih ada yang tahu bahwa Kota Banjar merupakan Kota Transit yang dikenal, disegani dan disukai masyarakat Indonesia.

Beberapa pedagang makanan sekitar Stasiun Kereta Kota Banjar yang telah berjualan lebih dari sepuluh tahun mengatakan bahwa saat ini sangat berbeda. 

"Ya enggak tahu kenapa. Tapi dulu ramai gitu. Dagangan laris. Sekarang sepih mah. Pemerintah juga tidak peduli."

Pandangan pedagang makanan kecil tersebut juga dirasakan oleh banyak masyarakat Kota Banjar. Bayangkan, kota yang memiliki ragam kuliner dan sentra pertemuan perdagangan lintas daerah kini menjadi tidak ramai. 

Dr. Hj. Irma Bastaman merupakan pegiat dan pendamping masyarakat melalui berbagai aktivitas pemberdayaan sosial ekonomi. Perempuan asli Kota Banjar tersebut sering turun ke lapangan memberikan pelatihan dan motivasi agar masyarakat Kota Banjar mampu mengembalikan identitas Kota Banjar sebagai kota transit.

Foto: Masyarakat 'menyerbu' Dr. Hj. Irma Bastaman yang sedang berbagi ilmu manajemen bisnis usaha kecil menengah

"Saya hanya berusaha semaksimalnya. Selain karena kota ini adalah tanah kelahiran saya, sangat penting agar Kota Banjar bisa mengembalikan kota yang penuh potensi ini sebagai Kota Transit." 

Irma menjelaskan bahwa saat ini belum ada strategi sistematis dan kebijakan yang mampu mengembalikan Kota Banjar dalam statusnya sebagai Kota Transit. 

"Contoh kecil, stasiun kereta Kota Banjar merupakah salah satu ikon sebagai Kota Transit. Semestinya daerah juga berupaya melakukan penataan dan pemberdayaan para pedagang serta masyarakat sekitar agar menjadi lokasi yang menarik para pengunjung. Sayangnya stasiun ini sekarang kurang baik kondisinya. Kita harus mengubah ini semua". Pungkas perempuan peraih gelar doktor (S3) bidang ekonomi ini kepada KoPi. | A. Gin.

 

back to top