Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Inflasi Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,53%

Inflasi Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,53%

Jogjakarta-KoPi| Selama Januari 2016 Daerah Istimewa Jogjakarta mengalami inflasi sebesar 0,53%. Kenaikan beberapa komoditas mendorong terjadinya inflasi.

Kelompok bahan makanan naik 3,06%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,39%. Kelompok sandang naik 0,57%. Kelompok kesehatan naik 0,39%. Kelompok pendidikan, olahraga dan rekreasi naik 0,17%.

Menurut kepala BPS DIY, Bambang Kristianto dari 82 kota, 75 di antaranya mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,82%, diikuti oleh kota Kendari 1,49% dan Makasar 1,36%," papar Bambang saat laporan tri wulan di BPS pada 1 Februari 2016. Sementara deflasi terjadi di kota Gorontalo 0,58% dan Palu 0,41%.

Inflasi terjadi karena pengaruh pola distribusi dari Jawa Tengah. Cabe merah dari Jawa Tengah didistribusikan ketujuh provinsi. Bawang merah keempat provinsi.

"Seperti cabe dan bawang merah banyak dibawa ke Maluku, Jakarta dan Kalimantan Utara."

Bambang menambahkan komoditas yang paling mempengaruhi inflasi. Seperti daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, kelapa, tukang bukan mandor dan pasir.

"Andil inflasi terbesar dari daging ayam ras sebesar 0,15%, Bawang merah, Bawang putihn 0,06%," terang Bambang.

back to top