Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Inflasi Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,53%

Inflasi Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,53%

Jogjakarta-KoPi| Selama Januari 2016 Daerah Istimewa Jogjakarta mengalami inflasi sebesar 0,53%. Kenaikan beberapa komoditas mendorong terjadinya inflasi.

Kelompok bahan makanan naik 3,06%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,39%. Kelompok sandang naik 0,57%. Kelompok kesehatan naik 0,39%. Kelompok pendidikan, olahraga dan rekreasi naik 0,17%.

Menurut kepala BPS DIY, Bambang Kristianto dari 82 kota, 75 di antaranya mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,82%, diikuti oleh kota Kendari 1,49% dan Makasar 1,36%," papar Bambang saat laporan tri wulan di BPS pada 1 Februari 2016. Sementara deflasi terjadi di kota Gorontalo 0,58% dan Palu 0,41%.

Inflasi terjadi karena pengaruh pola distribusi dari Jawa Tengah. Cabe merah dari Jawa Tengah didistribusikan ketujuh provinsi. Bawang merah keempat provinsi.

"Seperti cabe dan bawang merah banyak dibawa ke Maluku, Jakarta dan Kalimantan Utara."

Bambang menambahkan komoditas yang paling mempengaruhi inflasi. Seperti daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, kelapa, tukang bukan mandor dan pasir.

"Andil inflasi terbesar dari daging ayam ras sebesar 0,15%, Bawang merah, Bawang putihn 0,06%," terang Bambang.

back to top