Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Indeks Pembangunan Manusia tahun 2017 di Yogyakarta mengalami peningkatan.

Jogja-KoPi| Yogyakarta mengalami peningkatan kemajuan pembangunan manusia yang cukup signifikan pada tahun 2017. Hal ini dibuktikan oleh Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (BPS DIY) yang merilis naiknya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Yogyakarta di tahun 2017.
 
BPS mencatat bahwa pada tahun tersebut, IPM D.I.Yogyakarta telah mencapai 78,89 dan tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Tak hanya itu, BPS juga melihat IPM di Yogyakarta lebih tinggi dibanding IPM 
 
"IPM D.I.Yogyakarta juga lebih tinggi dibanding IPM Indonesia yang sebesar 70,81. Angka IPM tersebut meningkat sebesar 0,51 poin atau tumbuh sebesar 0,65 persen dibandingkan IPM tahun lalu yang sebesar 78,38," tulis BPS dalam rilis resminya, ditulis Rabu (9/5).
 
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
 
IPM sendiri dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of living). 
 
BPS pun mengimbuhkan bahwa kualitas kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat di Yogyakarta terus mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan oleh usia harapan hidup dan harapan lama dan sekolah anak berusia 7 tahun di Yogyakarta merupakan tertinggi di Indonesia.
 
BPS juga mencatat Bayi lahir di D.I. Yogyakarta pada tahun 2017 memiliki harapan hidup hingga 74,74 tahun.  Anak-anak pada tahun 2017 berusia 7 tahun juga memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 15,42 tahun.
 
"Keduanya tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia,"tambah BPS.
 
BPS mencatat pula penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah di Yogyakarta telah menempuh pendidikan selama 9,19 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata lama sekolah di tingkat nasional yang sebesar 8,10 tahun. Pada tahun 2017, masyarakat Yogyakarta memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 13,52 juta rupiah per tahun dan meningkat 292 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.
 
back to top