Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Indeks Pembangunan Manusia tahun 2017 di Yogyakarta mengalami peningkatan.

Jogja-KoPi| Yogyakarta mengalami peningkatan kemajuan pembangunan manusia yang cukup signifikan pada tahun 2017. Hal ini dibuktikan oleh Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (BPS DIY) yang merilis naiknya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Yogyakarta di tahun 2017.
 
BPS mencatat bahwa pada tahun tersebut, IPM D.I.Yogyakarta telah mencapai 78,89 dan tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Tak hanya itu, BPS juga melihat IPM di Yogyakarta lebih tinggi dibanding IPM 
 
"IPM D.I.Yogyakarta juga lebih tinggi dibanding IPM Indonesia yang sebesar 70,81. Angka IPM tersebut meningkat sebesar 0,51 poin atau tumbuh sebesar 0,65 persen dibandingkan IPM tahun lalu yang sebesar 78,38," tulis BPS dalam rilis resminya, ditulis Rabu (9/5).
 
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
 
IPM sendiri dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of living). 
 
BPS pun mengimbuhkan bahwa kualitas kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat di Yogyakarta terus mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan oleh usia harapan hidup dan harapan lama dan sekolah anak berusia 7 tahun di Yogyakarta merupakan tertinggi di Indonesia.
 
BPS juga mencatat Bayi lahir di D.I. Yogyakarta pada tahun 2017 memiliki harapan hidup hingga 74,74 tahun.  Anak-anak pada tahun 2017 berusia 7 tahun juga memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 15,42 tahun.
 
"Keduanya tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia,"tambah BPS.
 
BPS mencatat pula penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah di Yogyakarta telah menempuh pendidikan selama 9,19 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata lama sekolah di tingkat nasional yang sebesar 8,10 tahun. Pada tahun 2017, masyarakat Yogyakarta memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 13,52 juta rupiah per tahun dan meningkat 292 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.
 
back to top