Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Ibu-ibu harus peduli sampah agar alam semakin indah

Ibu-ibu harus peduli sampah agar alam semakin indah

Jogja-KoPI| Ibu merupakan seseorang yang dekat sampah, baik sampah organik maupun non organik. Sifat kewanitaan dan keibuan inilah yang membuatnya dekat dengan sampah.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan baru saja memperlihatkan bagaimana dekatnya seorang ibu dengan sampah saat melaunching gerakan SSI (Srikandi Sungai Indonesia), Jumat (28/4), bertempat di Museum Affandi Yogyakarta.

Srikandi Sungai Indonesia (SSI) merupakan sebuah gerakan ibu-ibu dan wanita yang memiliki kegiatan untuk mencintai sungai. Gerakan yang di inisiatori oleh Prof. Suratman, Wakil Rektor Bidang Pengabdian dan Pemberdayaan masyarakat ini mengajak ibu-ibu dan wanita Indonesia untuk lebih memperhatikan lingkungan sungai Indonesia.

Pada pagi ini terdapat 5 wanita yang dikukuhkan sebagai Srikandi Sungai mewakili provinsi Jawa, Sulawesi, Sumatra, Bali, dan Kalimantan. Prof. Suratman mengatakan bahwa Srikandi-srikandi yang terdiri dari ibu-ibu ini merupakan pihak yang dekat dengan sampah-sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, baik sampah sayur, sampah toko, pasar, mall, dapur, maupun sumur, karena kedekatam inilah ibu-ibu memiliki peranan yang penting dalam menjaga sungai.

Kementrian Pemberdayaan perempuan sangat mendukung gerakan ini, Niken Kiswandari, Sekjen deputi bidang kesejahteraan gender, mengatakan bahwa peran perempuan sangat luar biasa untuk melakukan perubahan ini. Perempuan dekat dengan sampah, jika perempuan sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai maka sungai itu bersih. Kami juga mendorong kementrian terkait untuk lebih responsif terhadap gender dalam penanganan masalah lingkungan.

Fokus SSI sendiri pada masalah lingkungan sungai, dengan pendekatan women leadership yaitu cantik, bersih dan indah, sesuai dengan sifat kewanitaan. Program-programnya sendiri dimulai dari rumah dengan menetapkan perilaku tidak membuang sampah di sungai."Asumsi kami bila itu dilakukan diseluruh Indonesia maka perilaku dari mall, pasar, toko, yang merupakan perilaku belanja tidak sehat, tidak terbawa ke dapur dan sumur sehingga kebersihan sungai tercapai", papar Prof. Suratman saat duwawancari ditengah-tengah acara.

Walaupun fokusnya pada masalah lingkungan sungai, tapi sayangnya gerakan SSI tidak menyentuh masalah tambang pasir di sungai. Menurut Prof. Sutarman hal ini dikarenakan masalah tambang pasir merupakan masalah yang berat sehingga tidak sesuai dengan sifat, kepribadian wanita serta naluri keibuan. "Kami berfokus pada masalah yang soft-soft saja, tambang pasir adalah masalah yang hard, itu sudah masuk retonarsi sungai, kami berharap tambang pasir sungai dapat ditangani dan diatur oleh regulasi pemerintah", ujarnya.

back to top