Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

HUT RRT ke 68, Pakde Karwo Ajak Pengusaha RRT Bela Masyarakat Kecil

HUT RRT ke 68, Pakde Karwo Ajak Pengusaha RRT Bela Masyarakat Kecil

Surabaya-KoPi| Hubungan yang semakin baik antara Tiongkok- Indonesia harus memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat kecil yang seringkali kalah dalam pertarungan pasar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menghadiri perayaan HUT ke 68 Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Ballroom Shangrilla Hotel, Surabaya, Kamis (28/9) malam.

Pakde Karwo sapaan akrabnya mengakui, bahwa ekonomi dunia khususnya Tiongkok semakin membaik. Akan tetapi, jika sektor industri semakin efisien dan pelaku usaha yang kecil terpinggirkan pendapatan ekonomi masyarakat akan semakin menurun.

"Saya mengajak, kepada pengusaha Tiongkok untuk menyisihkan sebagian keuntungan untuk membantu masyarakat khususnya pada industri dan ekonomi kecil,"ujarnya.

Menurutnya, siklus antara produksi dan pasar harus berjalan seimbang. Jika tidak dilakukan, dikhawatirkan masyarakat yang kecil kalah dalam kompetisi pasar. Jika itu yang terjadi produk produk Tiongkok tidak ada yang membeli akibat daya beli masyarakat rendah. "Saya khawatir siklus ekonomi menuju kesana,"imbuhnya.

Dalam membela masyarakat kecil, perlu dilakukan langkah langkah konkrit diantaranya peningkatan hubungan kerjasama serta menanamkan investasi secara nyata. "Kepada industri besar harus memberi kesempatan kepada industri kecil untuk dapat berkembang. Saya melihat pengusaha Tiongkok memberi kesempatan kearah itu,"jelasnya.

Dihadapan Konjen AS, Jepang, Australia dan seluruh pengusaha dari perwakilan negarasahabat di Jatim, Pakde Karwo mengajak untuk bergandengan tangan membantu industri kecil di Jatim.

"Percuma produksi dilakukan secara efisien jika daya beli masyarakat turun. Mari kita bersama sama untuk membantu industri kecil agar terus hidup dan tumbuh sehingga daya beli masyarakat juga akan meningkat,"tegasnya.

Jatim Punya Tempat Khusus bagi Tiongkok

Konjen RRT Mr Gu Jingqi menyatakan, bahwa Jatimmemiliki tempat khusus bagi warga Tiongkok. Hubungan komunikasi dan kerjasama yang telah terjalin secara intens antara Tiongkok dan Jatim terus diperkuat. "Sudah 3 tahun, Jatim dan Tianjin saling mendirikan Pusat Pertukaran dan Kerjasama dan mendapatkan hasil yang pragmatis," imbuhnya.

Bahkan, konjen RRT bersama Pemprov Jatim mengadakan Matchmaking Meeting antar perusahaan Tiongkok beserta Dinas Pendidikan mengadakan Lomba Pengetahuan Budaya Tiongkok yang telah mampu menarik banyak mahasiswa maupun siswa/siswi SMA untuk berpartisipasi.

"Semua prestasi tersebut adalah hasil usaha dari pemerintah serta masyarakat. Saya percaya perkembangan hubungan persahabatan Tiongkok-Indonesia akan menciptakan kesejahteraan di masa mendatang," terangnya.

Ia mengatakan, bahwa malam ini merupakan 68 tahun berdirinya RRT sejak tahun 1949. Saat ini, nilai GDP Tiongkok telah berhasil meningkat dari angka 10 milliar US hingga menembus 11trilliun US Dollar.

Tiongkok, telah menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.Tiongkok merupaman negara dengan cadangan devisa dan industri manufaktur terbesar di dunia. Jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke luar negeri mencapai 122 juta jiwa.

Di bidang infrastruktur, Tiongkok memiliki kereta api cepat dengan panjang mencapai 22 ribu kilometer dan menduduki lebih dari 60 % panjang jalur kereta api cepat di seluruh dunia.

Gu Jingqi menilai, hubungan kemitraan strategis yang komperhensif antara Tiongkok dan Indonesia terus maju dan berkembang. Kondisi ini sudah memasuki masa yang terbaik dalam sejarah.

Hubungan ekonomi dan perdagangan yang terus berkembang akan semakin diperluas. Nilai perdagangan kedua negara telah mencapai 47.6 milliar US Dollar. Investasi asal Tiongkok ke Indonesia mencapai 5 milliar US Dollar. Indonesia menjadi negara tujuan investasi terbesar ke 3.

Di bidang pertukaran budaya, hubungan kedua negara juga terus diperdalam. Tercatat sebanyak 1.45 juta wisatawan Tiongkok berwisata ke Indonesia. "Tiongkok telah menjadi negara dengan sumber wisatawan terbesar bagi Indonesia. Hingga paruh pertama tahun 2017, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia sudah mencapai 1.02 juta jiwa," tegasnya.

Turut hadir antara lain Konjen Amerika Heather Variava, Konjen Jepang Mr. Masaki Tani, Konjen Australia Mr.Chris Barnes. Hadir pula, Anggota DPR RI Indah Kurniadan Ketua PW Muhammadiyah Saad Ibrahim. (Humas Pemprov Jatim Nif)

back to top