Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Hotel di Yogya harus dicek penggunaan airnya

Hotel di Yogya harus dicek penggunaan airnya

Sleman-KoPi| "Pemerintah perlu melakukan pemantauan kepada hotel dan mall terkait dengan penggunaan air," Jangkung Handoyo, dari Pusat Studi Kependudukan Dan Kebijakan (PSKK) UGM, mengatakan, Rabu (1/3).

Peneliti PSKK tersebut berpendapat bahwa setiap hotel dan mall perlu dilakukan pengecekan terkait jumlah air yang mereka gunakan.

Hal ini bertujuan agar setiap hotel dan mall tidak mengambil jumlah air yang berlebihan. Tindakan ini akan menjadi langkah penting pemerintah dan masyarakat dalam menghindari krisis air di Yogyakarta.

"Jumlah kubik air yang mereka ambil harus sesuai atau sama dengan jumlah kubik air yang nanti mereka kembalikan," jelasnya saat diwawancarai usai diskusi Publik di Gedung Masri Singarimbun,UGM.

Menurutnya, pemantauan hitungan jumlah kubik air pada hotel dan mall dirasa sangat penting. Jangkung memperhatikan adanya kemungkinan jumlah kubik air yang diambil akan sangat berdampak pada lingkungan sekitar.

"Kalau perhitungan tersebut melebihi perkiraan, nantinya akan berdampak pada lingkungan sekitar, tanah akan semakin turun persis seperti yang terjadi di Jakarta," jelasnya.

Pemerintah, kata Jangkung, harus bertindak dan melakukan langkah nyata untuk melindungi Yogyakarta dari krisis air.

Sementara pihak manajemen hotel dan mall pun juga perlu untuk lebih transparan dan jujur dalam menunjukkan jumlah air yang diambil. Termasuk menjelaskan apakah mereka mengambil air bawah tanah atau mengambil air Lewat pipa PAM sesuai dengan saran pemerintah.

"Ketika pemerintah memberikan izin untuk mengambil air, harus diperhitungkan dengan detil air yang digunakan.Selain itu pemerintah perlu melakukan evaluasi dengan masyarakat sekitar yang terkena dampak pengambilan air," katanya.

Sementara itu, Janiaton, Dosen FISIPOL UGM, secara terpisah mengatakan hotel dan mall seharusnya menggunakan pipa PAM untuk pengambilan air. Namun menurutnya belum tentu semua hotel dan mall menggunakan pipa PAM. Masih ada kemungkinan hotel mengebor tanah untuk memasok air untuk Hotel.

"Sekarang ini hotel menggunakan pipa PAM, namun yang menjadi permasalahan adalah apakah sudah ada yang mengecek jika semua hotel menggunakan pipa PAM? Nantinya ini semua akan mengarah ke krisis air di Yogyakarta," demikian Janiaton mengatakan. |Syidiq Syaiful Ardli|

 

back to top