Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Hotel di Yogya harus dicek penggunaan airnya

Hotel di Yogya harus dicek penggunaan airnya

Sleman-KoPi| "Pemerintah perlu melakukan pemantauan kepada hotel dan mall terkait dengan penggunaan air," Jangkung Handoyo, dari Pusat Studi Kependudukan Dan Kebijakan (PSKK) UGM, mengatakan, Rabu (1/3).

Peneliti PSKK tersebut berpendapat bahwa setiap hotel dan mall perlu dilakukan pengecekan terkait jumlah air yang mereka gunakan.

Hal ini bertujuan agar setiap hotel dan mall tidak mengambil jumlah air yang berlebihan. Tindakan ini akan menjadi langkah penting pemerintah dan masyarakat dalam menghindari krisis air di Yogyakarta.

"Jumlah kubik air yang mereka ambil harus sesuai atau sama dengan jumlah kubik air yang nanti mereka kembalikan," jelasnya saat diwawancarai usai diskusi Publik di Gedung Masri Singarimbun,UGM.

Menurutnya, pemantauan hitungan jumlah kubik air pada hotel dan mall dirasa sangat penting. Jangkung memperhatikan adanya kemungkinan jumlah kubik air yang diambil akan sangat berdampak pada lingkungan sekitar.

"Kalau perhitungan tersebut melebihi perkiraan, nantinya akan berdampak pada lingkungan sekitar, tanah akan semakin turun persis seperti yang terjadi di Jakarta," jelasnya.

Pemerintah, kata Jangkung, harus bertindak dan melakukan langkah nyata untuk melindungi Yogyakarta dari krisis air.

Sementara pihak manajemen hotel dan mall pun juga perlu untuk lebih transparan dan jujur dalam menunjukkan jumlah air yang diambil. Termasuk menjelaskan apakah mereka mengambil air bawah tanah atau mengambil air Lewat pipa PAM sesuai dengan saran pemerintah.

"Ketika pemerintah memberikan izin untuk mengambil air, harus diperhitungkan dengan detil air yang digunakan.Selain itu pemerintah perlu melakukan evaluasi dengan masyarakat sekitar yang terkena dampak pengambilan air," katanya.

Sementara itu, Janiaton, Dosen FISIPOL UGM, secara terpisah mengatakan hotel dan mall seharusnya menggunakan pipa PAM untuk pengambilan air. Namun menurutnya belum tentu semua hotel dan mall menggunakan pipa PAM. Masih ada kemungkinan hotel mengebor tanah untuk memasok air untuk Hotel.

"Sekarang ini hotel menggunakan pipa PAM, namun yang menjadi permasalahan adalah apakah sudah ada yang mengecek jika semua hotel menggunakan pipa PAM? Nantinya ini semua akan mengarah ke krisis air di Yogyakarta," demikian Janiaton mengatakan. |Syidiq Syaiful Ardli|

 

back to top