Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Hindari tiga titik macet di Yogyakarta liburan Natal dan Tahun Baru

malioboro

Jogja-KoPi|Kepala Bidang Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Golkari Made Yulianto mengimbau kepada warga Kota Yogyakarta yang tidak berkepentingan untuk menghindari kawasan Malioboro, Tugu Yogyakarta dan Titik Nol selama dua pekan mendatang.

Pasalnya ia memprediksikan sejumlah ruas jalan di Kota akan dipadati kendaraan wisatawan saat liburan Natal dan Tahun Baru .Ruas jalan

"Kemacetan parah mungkin dapat terjadi di sejumlah ruas jalan pada saat liburan nanti," ujarnya via sambungan telepon di Kota Yogyakarta, Rabu (20/12).

Sejumlah ruas jalan yang dimaksud berada di dekat Tugu Yogyakarta yakni Jalan AM Sangaji, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Diponegoro,dan Jalan Mangkubumi. Dan juga ruas jalan disekitar kawasan Malioboro dan Titik nol km yakni Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Mataram, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Panembahan Senopati, dan Jalan Sultan Agung.

PIhaknya sendiri akan melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas dan lampu Apil (Lalu lintas) demi mengurangi kepadatan yakni memasang pagar pembatas di tengah-tengah jalan dan juga memasang rambu-rambu petunjuk tambahan terutama rambu menuju jalan alternatif.

“Kita mulai pasang hari ini barier pematas jalan dan rambu-rambunya. Supaya tidak ada yang sembarangan memutar arah atau menyebarang jalan,” katanya.

Tak hanya itu , Ia juga menghimbau kepada Wisatawan yang hendak melintas di Daerah Istimewa Yogyakarta juga disarankan tidak melewati Kota Yogyakarta dan mencari jalan alternatif.

Dishub Kota juga akan merekayasa durasi Lampu merah di daerah perbatasan untuk menekan jumlah volume kendaraan. Lampu merah menuju Kota diperlama menekan kendaraan yang masuk. Sementara lampu merah mengarah luar kota akan dipersingkat dan lampu hijau diperlama untuk membuang kendaraan yang melintas di Kota.

“Intinya disetel yang mau masuk ke kota Yogyakarta dikurangi. Kita maunya yang keluar dari Kota diperbanyak,” pungkasnya.

Dishub Kota Yogyakarta akan menerjunkan 80 personil untuk siaga mengatur lalu lintas saat liburan natal dan tahun baru. Tujuan juga untuk membantu mengurai jumlah kendaraan.

Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri memprediksi puncak keramaian liburan panjang akan terjadi pada 23 Desember hingga 25 Desember 2017 dan dilanjutkan pada 30 Desember 2017- 2 Januari 2018.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top