Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Hari Jadi ke-98 Pemkab Sleman

Hari Jadi ke-98 Pemkab Sleman

Sleman – KoPi- Hari Jadi Sleman jatuh pada tanggal 15 Mei 2014, yang bertepatan dengan hari libur Waisak. Berkenaan dengan hari libur keagamaan umat Budha, maka puncak acara Hari Jadi ke-98 Kabupaten Sleman diajukan menjadi hari Rabu, 14 Mei 2014 pukul 13.00 WIB dengan kirab bedhol projo dari pendopo Ambarrukmo, bekas pemerintahan Sleman, menuju lapangan Mlati dan dilanjutkan ke Alun-alun Denggung. Sebelumnya, dilaksanakan Sidang Istimewa DPRD Sleman pukul 12.00 WIB

Sementara itu, pada Selasa malam, 13 Mei 2014. diadakan malam tirakatan di pendopo Parasamya Sleman. Sementara itu, 17 kecamatan dan 86 desa juga menyelenggarakan malam tirakatan di kecamatan dan desa masing-masing. Bersamaan dengan malam tirakatan di pendopo Parasamya Sleman juga diadakan kirab Mapak Wahyu Tresno Tumurun mengelilingi komplek ibukota Kabupaten Sleman di Beran oleh bregodo Pangesti Jawi dan paguyuban Mocopat Sleman Manunggal Sembada.

Pada pukul 14.00 WIB dilakukan upacara pengambilan tombak Kyai Turun Sih, pusaka lambang kebesaran Sleman pemberian Sri Sultan HB X disertai dengan umbul-umbul Mego Ngapak dan lambang Kabupaten Sleman. Ikut dikirab juga penghargaan “Samkaryanugraha Parasamya Purna Karya Nugraha” dari pendopo parasamnya Sleman yang akan dikirab menuju Alun-alun Denggung tempat upacara puncak Hari Jadi Sleman ke-98. Di tempat ini, pada pukul 15.00 WIB dilaksanakan upacara yang diikuti PNS Pemkab Sleman dengan menggunakan busana adat Jawa.

Dalam upacara ini dimeriahkan dengan repertoar tari “Kidung Sembada” oleh 75 penari, yang mengisahkan sebuah jembatan yang terlampaui, perbedaan yang tak pernah jadi masalah. Lambang kebersamaan yang berkibar di sudut keramaian dan menjadi simbol akan kearifan budaya lokal. Bumi Sleman yang subur kembali dalam panji-panji gemah ripah loh jinawi, alam yang kembali menghijau adalah sebuah kerinduan disetiap insan dalam lantunan kidung “Sembada Bersatu Slemanku”.

Kegiatan hari jadi Sleman diharapkan dapat memasyarakat. Oleh karena hari jadi bukan merupakan milik Pemkab Sleman, tetapi merupakan milik masyarakat Kabupaten Sleman dan lebih mengenalkan budaya daerah kepada para siswa.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top